Apel Perdana 2026, Bank SulutGo Perkuat Tata Kelola

SULUTNEWSTV.com, MANADO – Bank Sulawesi Utara dan Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) mengawali tahun kerja 2026 dengan menggelar Apel Perdana yang diikuti jajaran Dewan Komisaris, Direksi, para Pemimpin Divisi, serta seluruh karyawan. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, terpusat di Kantor Pusat BSG dan diikuti secara virtual oleh kantor cabang di Sulawesi Utara, Gorontalo, hingga Pulau Jawa.

Momentum awal tahun tersebut dimanfaatkan manajemen sebagai titik tolak strategis untuk memperkuat fondasi perusahaan di tengah tantangan ekonomi global, perlambatan pertumbuhan, serta percepatan digitalisasi industri perbankan.

Dalam arahannya, Komisaris Utama BSG Ramoy M.T Luntungan menegaskan bahwa industri perbankan merupakan industri berbasis kepercayaan, sehingga penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG) menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan usaha.

Ia menekankan pentingnya penerapan prinsip TARIF (Transparency, Accountability, Responsibility, Independence, dan Fairness) di seluruh lini kerja. Selain itu, Komisaris Utama juga menyoroti peran kepemimpinan melalui konsep tone from the top, di mana pimpinan wajib menjadi teladan dalam integritas dan etika.

“Kekompakan internal sangat penting. Perbedaan pendapat boleh terjadi di dalam, namun ke luar kita harus satu suara dan solid,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan seluruh insan BSG agar menyelaraskan visi perusahaan dengan arah pembangunan nasional serta komitmen pemberantasan korupsi.

“Satu atau dua kesalahan mungkin berpengaruh pada reputasi bank, tetapi jika lebih dari itu, akan sangat fatal bagi karier. Jangan nodai karier Anda,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama BSG Revino Pepah memaparkan evaluasi kinerja tahun 2025. Di tengah kondisi ekonomi global yang masih dalam fase low to grow serta pemulihan pascapandemi yang belum optimal, BSG berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang solid.

Berdasarkan laporan kinerja un-audited 2025, total aset BSG tumbuh 12,51 persen menjadi Rp 23,7 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat signifikan sebesar 21,06 persen menjadi Rp 16,2 triliun.

Dari sisi profitabilitas, laba bersih BSG mencapai Rp 372 miliar atau tumbuh 1,55 persen secara tahunan (year on year). Capaian ini menjadi laba tertinggi yang berhasil diraih BSG dalam enam tahun terakhir.

Namun demikian, Direktur Utama Pepah mengakui masih terdapat tantangan yang perlu menjadi perhatian, terutama pertumbuhan kredit yang tercatat 3,94 persen serta kenaikan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) menjadi 2,9 persen.

“Ini menjadi bahan evaluasi penting untuk perbaikan kualitas pertumbuhan di tahun 2026,” ujarnya.

Memasuki 2026, BSG menargetkan pertumbuhan yang lebih berkualitas dengan fokus pada penguatan tata kelola, ekspansi bisnis yang sehat, serta optimalisasi biaya operasional.

Manajemen menargetkan pertumbuhan total aset sebesar 6,8 persen, kredit 7,5 persen, dan Dana Pihak Ketiga 8,8 persen. Adapun laba ditargetkan tumbuh 24 persen dengan nominal mencapai Rp 440 miliar.

Untuk mendukung target tersebut, BSG menetapkan sejumlah fokus strategis, antara lain perbaikan kualitas kredit guna menekan NPL, peningkatan efisiensi biaya dan overhead cost, penguatan keamanan serta keandalan sistem teknologi informasi, serta pembangunan budaya kerja kolaboratif.

Budaya kerja tahun 2026 mengusung semangat “Homo Homini Socius”, yakni manusia sebagai sahabat bagi sesama, di mana setiap insan BSG diharapkan saling mendukung dan menjauhi budaya saling menjatuhkan.

Apel Perdana ini ditutup dengan optimisme tinggi manajemen dan karyawan untuk mencapai target laba Rp 440 miliar serta membawa Bank SulutGo menjadi bank daerah yang semakin tangguh, tumbuh berkelanjutan, dan terpercaya.(*/gabby)

Leave a comment