SULUTNEWSTV.com, MANADO – Aktivitas transportasi udara di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado menunjukkan kinerja positif selama periode Posko Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Posko Nataru ini berlangsung pada tanggal 15 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Seluruh indikator operasional mencatatkan pertumbuhan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan geliat ekonomi regional.
Selama periode Posko Nataru, pergerakan pesawat udara tercatat sebanyak 1.294 penerbangan, atau tumbuh 14,2 persen secara tahunan. Dari sisi penumpang, Bandara Sam Ratulangi melayani 130.446 penumpang, meningkat 12 persen dibandingkan Nataru 2024/2025.
Pertumbuhan juga terjadi pada sektor logistik udara. Volume kargo yang dilayani mencapai 1.234 ton, atau naik 11,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kinerja ini mencerminkan meningkatnya aktivitas distribusi barang dan rantai pasok, khususnya untuk kebutuhan konsumsi dan perdagangan selama momentum libur akhir tahun.
General Manager Injourney Airports Cabang Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Radityo Ari Purwoko, mengatakan capaian tersebut menunjukkan peran strategis bandara sebagai penggerak ekonomi daerah, terutama sektor pariwisata, perdagangan, dan jasa.
“Pertumbuhan penumpang, penerbangan, dan kargo selama Nataru menjadi indikator positif pemulihan dan peningkatan aktivitas ekonomi di Sulawesi Utara,” ujarnya.
Dari sisi pergerakan penumpang, puncak arus kedatangan tercatat pada 22 Desember 2025 dengan jumlah 7.013 penumpang, atau naik 18,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara puncak arus balik terjadi pada 3 Januari 2026 dengan total 7.001 penumpang, meningkat 13,33 persen secara tahunan.
Menurut Radityo, kelancaran operasional selama periode libur panjang ini turut didukung oleh koordinasi lintas sektor serta kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia. Hal tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan pengguna jasa dan keberlanjutan pertumbuhan bisnis kebandarudaraan.
Dengan tren positif tersebut, Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado optimistis kontribusi sektor transportasi udara terhadap pertumbuhan ekonomi daerah akan terus meningkat sepanjang 2026, seiring dengan bertambahnya frekuensi penerbangan, pergerakan wisatawan, dan arus logistik di kawasan timur Indonesia.(*/gabby)
