Tondano – Pemerintah Kabupaten Minahasa dibawah kepemimpinan Bupati Robby Dondokambey, SSi, MAP dan Vanda Sarundajang, SS, menggelar pelantikan dan pengambilan janji ASN dalam jabatan pimpinan tinggi pratama, Senin (26/1/2026).
Pelantikan dan Pengambilan Janji ASN Pimpinan Tinggi Pratama ini dipimpin langsung oleh Bupati Minahasa Robby Dondokambey, yang disaksikan oleh Wakil Bupati Vanda Sarundajang, Ketua TP PKK Martina Dondokambey Lengkong, SE, Forkopimda, Sekretaris Daerah Dr. Lynda Watania, serta Jajaran Pemkab Minahasa, yang diawali pembacaan Surat Keputusan Bupati Minahasa oleh Kepala BKPSDM, Drs. Moudy Pangerapan, MAP.
Dikesempatan tersebut, RD VaSung juga menyerahkan SK Pelaksana Tugas kepada lima pejabat eselon II di lingkup Pemkab Minahasa
Berikut Nama Nama Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang baru dilantik:

Bupati Minahasa: Jabatan Adalah Amanah, Bukan Hak
Dalam sambutannya, Bupati Minahasa menegaskan bahwa pelantikan pejabat yang dilaksanakan pemerintah daerah merupakan bagian dari dinamika organisasi pemerintahan sekaligus kebutuhan strategis untuk memperkuat kinerja birokrasi agar semakin efektif, adaptif, dan responsif terhadap tantangan pembangunan daerah yang kian kompleks.
Hal tersebut disampaikan Bupati Minahasa dalam sambutannya pada pelantikan dan pengambilan sumpah/janji pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa, yang dirangkaikan dengan penandatanganan Pakta Integritas dan Perjanjian Kerja.
“Rotasi dan mutasi jabatan adalah hal yang wajar dan lumrah dalam sistem pemerintahan. Ini bukan bentuk hukuman dan bukan pula sekadar penghargaan, melainkan upaya penyegaran organisasi, penyesuaian kompetensi, serta langkah strategis untuk memastikan roda pemerintahan berjalan secara optimal,” tegas Bupati.
Kepada para pejabat yang baru dilantik, Bupati Minahasa menyampaikan ucapan selamat atas kepercayaan yang diberikan, seraya menekankan bahwa jabatan bukanlah hak, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
“Jabatan adalah amanah yang harus dijawab dengan kerja nyata, integritas yang kokoh, tanggung jawab moral yang tinggi, serta loyalitas profesional kepada pimpinan, organisasi, dan terutama kepada masyarakat Kabupaten Minahasa,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan sejumlah pesan penting yang harus menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas ke depan. Salah satunya adalah dorongan untuk terus membangun inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Pemerintahan tidak lagi dapat dijalankan dengan cara-cara lama. Dibutuhkan terobosan, kreativitas, dan keberanian mengambil langkah-langkah baru demi meningkatkan kualitas pelayanan publik dan efektivitas kinerja organisasi,” katanya.
Selain itu, Bupati menekankan pentingnya bekerja dengan kecepatan dan ketepatan, dengan orientasi pada hasil nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kita tidak lagi dinilai dari seberapa banyak program yang direncanakan, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat,” lanjutnya.
Bupati Minahasa juga mengingatkan seluruh jajaran agar senantiasa menjaga integritas dan loyalitas dalam menjalankan tugas. Menurutnya, loyalitas bukan berarti membenarkan yang salah, melainkan melaksanakan setiap kebijakan pimpinan secara profesional, jujur, dan bertanggung jawab.
Pelantikan kali ini turut dirangkaikan dengan penandatanganan Pakta Integritas dan Perjanjian Kerja sebagai bentuk komitmen moral, profesional, dan hukum bagi para pejabat pimpinan tinggi pratama.
“Penandatanganan ini bukan sekadar formalitas administratif, tetapi komitmen yang harus dipegang teguh,” tegas Bupati.
Lebih lanjut, Bupati Minahasa memberikan penekanan khusus terkait pemenuhan data dan dokumen strategis pemerintahan, seperti LKJIP, SAKIP, dan LPPD. Ia meminta seluruh perangkat daerah bersikap proaktif, responsif, dan bertanggung jawab dalam penyediaan data yang akurat, valid, dan tepat waktu.
“Data yang disampaikan harus dapat dipertanggungjawabkan, termasuk data capaian kinerja, inovasi pelayanan, serta berbagai prestasi yang diraih sepanjang tahun 2025. Kualitas laporan mencerminkan kualitas kinerja. Tidak boleh lagi ada data yang tidak sinkron, terlambat, apalagi tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tandasnya.
Menutup sambutannya, Bupati Minahasa menyatakan keyakinannya bahwa para pejabat yang dilantik mampu menjadi penggerak perubahan dan penguat birokrasi yang profesional, bersih, dan melayani.
“Mari kita bekerja dengan semangat kebersamaan, menjunjung tinggi nilai-nilai ASN BerAKHLAK, serta terus berkomitmen menghadirkan pemerintahan yang akuntabel dan berintegritas. Dengan kerja keras, disiplin, dan inovasi yang terarah, saya yakin visi Minahasa sebagai daerah pariwisata yang maju dan sejahtera dapat kita wujudkan bersama,” pungkasnya.
Usai pelantikan dan penyerahan SK Pelaksana Tugas, Pemkab juga menggelar penandatanganan perjanjian kinerja dan Pakta integritas tahun 2026. (*ChT)
