SULUTNEWSTV.com, MANADO – Pemerintah Kota Manado menggelar apel kerja perdana bulan Maret 2026 di lapangan Sparta Tikala, Senin (2/3/2026). Apel dipimpin Sekretaris Daerah Kota Manado, Steaven Dandel, yang bertindak sebagai inspektur upacara.
Apel diikuti seluruh jajaran aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Manado, para asisten, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat hingga lurah.
Sekkot Dandel menyampaikan salam lintas agama, ucapan syukur atas kesempatan memulai bulan baru, serta selamat menjalankan ibadah puasa bagi ASN yang beragama Islam.
Penekanan utama dalam apel tersebut diarahkan pada ritme kerja sepanjang Maret yang dinilai memiliki lebih banyak hari libur dibanding hari kerja efektif.
“Bulan Maret ini panjang hari liburnya dan pendek hari kerjanya. Jangan sampai kita terlena. Dalam waktu kerja yang relatif singkat ini, kerjakan dan selesaikan apa yang menjadi target, terutama dari segi administrasi,” tegasnya.
Dirinya pun mengingatkan bahwa tugas ASN didominasi pekerjaan administratif yang menuntut ketelitian dan kecermatan. Ia meminta agar pekerjaan tidak ditunda, namun juga tidak dilakukan secara tergesa-gesa.
Menurutnya, berkas yang tidak lengkap atau kurang teliti berpotensi menghambat proses administrasi, baik terkait kepegawaian maupun pelayanan publik secara umum.
“Kerja administratif jangan diremehkan. Prosedur harus dipatuhi. Ketelitian menentukan cepat atau lambatnya pelayanan,” pesannya.
Selain fokus pada target kerja, perhatian juga diarahkan pada kondisi cuaca. Kota Manado saat ini masih berada pada musim penghujan dengan potensi cuaca ekstrem.
Perangkat daerah terkait, termasuk kecamatan dan kelurahan, diminta tetap siaga serta rutin memantau kondisi wilayah masing-masing. Evaluasi rencana mitigasi bencana juga perlu dilakukan, termasuk langkah antisipasi di lapangan.
Dirinya mendorong pelibatan ketua lingkungan serta unsur masyarakat dalam komunikasi dan koordinasi guna meminimalisasi risiko bencana.
Bulan Maret juga diwarnai hari-hari besar keagamaan dan masa liburan. Pemerintah kota diminta bersinergi dengan aparat keamanan untuk menjaga ketertiban dan keamanan wilayah.
Antisipasi peningkatan aktivitas lalu lintas, khususnya di titik rawan kemacetan dan pusat keramaian, turut menjadi perhatian.
“Dengan bersinergi, kita bisa mengantisipasi bahkan menjauhkan hal-hal yang tidak baik, agar Manado tetap aman, tertib, bersih dan nyaman,” katanya.
Dirinya juga mengingatkan bahwa Maret merupakan batas waktu pelaporan kewajiban tahunan aparatur, yakni Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan dan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Dandel menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap kewajiban tersebut menjelang batas akhir 31 Maret 2026. Menurut Dandel, pelaporan LHKPN bukan sekadar formalitas administratif, melainkan wujud komitmen integritas dan transparansi pejabat publik.
“
Patuhi tenggat waktu yang ada. Itu bagian dari kewajiban dan integritas kita sebagai aparatur,” tegasnya. Ia menjelaskan, keterlambatan pelaporan berpotensi menimbulkan konsekuensi administratif serta menjadi catatan dalam evaluasi kinerja maupun pengawasan internal.
Lebih jauh, pelaporan LHKPN disebut sebagai bagian dari sistem pencegahan korupsi dan penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih. Sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Utara, Manado diharapkan memberi contoh dalam kepatuhan dan akuntabilitas.
Dirinya juga meminta perangkat daerah melakukan monitoring internal terhadap pejabat yang wajib lapor agar tidak ada yang melewati tenggat waktu.
“Jangan menunggu mendekati batas waktu. Segera selesaikan agar kita bisa fokus pada pelayanan publik dan target kerja lainnya,” ujarnya.
Apel kerja perdana Maret ini menjadi penegasan bahwa meski hari kerja lebih singkat, beban dan tanggung jawab tetap padat. Fokus, disiplin, serta ketelitian ditegaskan sebagai kunci agar roda pemerintahan dan pelayanan publik di Kota Manado tetap berjalan optimal.(*/gabby)


















