Sekda Warning Camat dan Kumtua Agar Taat Aturan

Ratahan – Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Mitra Robby Ngongoloy me-warning aparatur pemerintah kecamatan dan desa/kelurahan untuk taat aturan bahkan saat pimpinan sedang tidak di tempat. Peringatan ini disasar Ngongoloy bagi para Camat dan Hukum Tua serta perangkat desa lainnya, yang tidak menghadiri kegiatan sosialisasi karena Bupati James Sumendap dan Wakil Jesaja Jocke O Legi juga tidak hadir karena sedang mengerjakan tugas dinas lainnya.

Sekda Ngongoloy mengatakan, tidak hadir dalam acara pemerintahan merupakan salah satu bentuk penyalahgunaan kewenangan. Ia akan melaporkan aparatur yang tidak hadir dengan alasan yang tidak jelas.

“Tidak hadir dalam sosialisasi ini merupakan penyalahgunaan kewenangan, karena undangan sudah diedarkan. Sebentar isi absen, akan kelihatan yang tidak hadir, akan dilaporkan pada Pak Bupati,” ujarnya saat membuka kegiatan Sosialisasi Penyalahgunaan Kewenangan Jabatan Merupakan Tindak Pidana, di Sport Hall Kantor Bupati, Kamis (31/10/2019).

Saat dicek langsung olehnya, baru delapan camat yang hadir dari 12 kecamatan yang ada di Mitra. Sementara diyakini belum semua 135 Kumtua dan Lurah hadir, begitu pula BPD yang tiap desa berjumlah 5 orang.

Sekda juga mengingatkan agar aparatur pemerintah desa dapat menjalankan tugasnya dengan jujur dan profesional. Menurutnya di era keterbukaan sekarang ini, fungsi pengawasan dapat pula dilakukan oleh warga masyarakat biasa.

“Mari kita saling mengingatkan, dalam menjalankan tupoksi. Masyarakat sekarang sudah lebih jago, apalagi sekarang sudah sistim online yang bisa diakses langsung masyarakat. Masyarakat bisa mengawasi, apalagi Dandes (program Dana Desa) dari waktu ke waktu semakin besar jumlahnya,” sebutnya.

Selain itu para penjabat Hukum Tua dilarang untuk mengangkat perangkat desa seenaknya, apalagi berdasarkan dukungan atau tidaknya dalam Pilhut Mitra 2019 baru-baru ini.

“Penggantian perangkat desa dan BPD harus sesuai mekanisme. Berdasarkan kemampuan dalam menjalankan tugas. Jangan karena orang itu menjadi pendukung, lalu Kumtua angkat jadi ini jadi itu. Jangan berdasarkan suka tidak suka,”

Lanjutnya, semakin banyak aliran dana untuk membangun desa. Ia berharap dana tersebut bisa digunakan maksimal bagi pembangunan desa.

“Semakin banyak anggaran yang masuk ke desa. Dari APBN, APBD, Bantuan Dana Hibah dan lainnya. Kami minta agar bisa dikordinasikan, laporkan ke kecamatan, harus disampaikan
ke tingkat di atas. Agar diinventarisir dan kita saling mngingatkan, mengawasi,” sebut orang nomor satu di birokrasi Pemkab Mitra itu.

Selain itu, Pemkab Mitra juga sedang melakukan pemutakhiran data terkait keluarga miskin. Pemerintah Desa/Kelurahan diminta bekerja sama menunjang kegiatan tersebut, dengan menyediakan data yang sebenar-benarnya.

“Saat ini sedang berjalan pendataan. Ada seratusan orang dalam tim yang kami turunkan dalam verifikasi (data keluarga miskin). Tolong bantu, data orang yang benar-benar tidak mampu. Kalau dia punya kendaraan motor, punya handphone sudah tidak masuk lagi,” ungkapnya.

Ia berpesan agar seluruh jajaran pemerintahan mulai dari kecamatan sampai desa dan kelurahan dapat bersama-sama, satu langkah dalam menyukseskan program pembangunan yang telah disusun, demi peningkatan kesejahteraan rakyat Tanah Patokan Esa.

“Mari kita semua, sukseskan semua kegiatan dan program pembangunan di Minahasa Tenggara,” tandasnya. (VictoryTB)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s