Minahasa Tenggara

Anak Generasi Digital, Ortu Imigran Digital

Ratahan – Era digital masa kini memperhadapkan manusia pada keuntungan sekaligus dampak negatifnya. Tumbuh kembang anak sebagai generasi ‘native digital’ perlu mendapat pendampingan dari orang tua sebagai generasi ‘imigran digital’.

Kepala Dinas Pendidikan Drs Ascke A Benu MSi mengatakan ada 8 poin potensi gangguan pada anak sehubungan dengan mayoritas aktifitasnya yang berkutat pada gadget. Di antaranya : kesehatan mata, masalah tidur, kesulitan konsentrasi, menurunnya prestasi belajar, perkembangan fisik, perkembangan sosial, perkembangan otak sehubungan dengan penggunaan media digital dan tertundanya perkembangan bahasa anak.

“Orang tua perlu menambah pengetahuan sehingga bisa mengarahkan penggunaan perangkat dan media digital dengan jelas. Imbangi waktu anak antara menggunakan HP dan interaksi di dunia nyata,” ujar Benu di Tombatu Rabu (13/11/2019).

Lanjutnya, orang tua juga diminta untuk hanya meminjamkan gadget kepada anak sesuai dengan kebutuhan. Juga memilih program atau aplikasi yang positif.

“Orang tua juga perlu menelusuri aktifitas anak di dunia maya, dengah maksud melindungi anak. Pastikan anak tidak mengunjungi situs yang tidak sesuai usianya. Hindari penggunaan hp sebelum tidur, jangan biarkan anak sendiri dengan hpnya. Jangan sampai hp menggantikan peran orang tua, khususnya bagi balita usia 1-3 tahun,” tambahnya.

Untuk anak usia 4-6 tahun, Benu meminta orang tua memanfaatkan media digital untuk membaca pengenalan huruf dan angka, serta membimbing membedakan mana fakta dan fantasi. Tak lupa orang tua diminta menyaring program media yang sarat akan muatan kekerasan dan seksualitas.

Sedangkan untuk anak usia 8-12 tahun, orang tua perlu menunjukkan program pembentukan karakter, seperti siaran rohani anak. Menunjukkan siaran yang menstimulasi imajinasi mereka terhadap suatu cita-cita di masa depan. Menghindari tayangan yang memuat agresivitas, anti sosial, iklan makanan tidak sehat dan rokok.

“Sedangkan untuk anak usia 12-18 tahun, anak perlu diajak untuk mengeksplorasi bakat dan minatnya. Membimbing menjadi penulis bukan hanya pembaca dan menanamkan etika komunikasi positif di medsos. Juha mengajarkan anak untuk berpikir kritis terhadap suatu tayangan agar dapat menyimpulkan hikmah pembelajaran positif. Anak-anak perlu mendapat perhatian lebih dari orang tuanya,” tandasnya. (VictoryTB)

Categories: Minahasa Tenggara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s