MANADO – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Manado, siap mengklaim pengawas pemilihan umum di Sulawesi Utara tahun 2020.
Hal ini dilakukan dalam upaya untuk mengantisipasi serta mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

“Jadi memang, kami telah mengadakan rapat bersama Bawaslu Provinsi Sulut dan Disnakertrans Sulut dalam upaya untuk menjamin Perlindungan Sosial Ketenagakerjaan untuk Pengawas Pemilu di pesta demokrasi Pilkada Gubernur, Walikota dan Bupati 2020 di Provinsi Sulawesi Utara,” kata Kepala Cabang Hendrayanto melalui Kepala Bidang Kepesertaan Adhisafah Curmacosasih, Senin(25/11).
Dikatakannya pula, dari Bawaslu Sulut telah menganggarkan pengawas pemilu sebanyak 11 ribu pengawas.
“Khusus di Sulut, ada sebanyal 11 ribu pengawas. Dan tentu rasa terima kasih kami atas dukungan Bawaslu Provinsi Sulawesi Utara, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang telah bekerjasama dalam mengimplementasikan UU 40 Tahun 2004 dan UU 24 Tahun 2011 melindungi semua tenaga kerja,” ungkapnya sembari mengatakan harapannya semua pekerja bisa mendapatkan perlindungan.

Menurutnya, terkait masalah sosial, hal tersebut sangat penting karena terjadi risiko, pekerja akan terlindungi sehingga tidak akan melibatkan keuangan keluarga.
Kata dia, roda ekonomi keluarga akan terhenti jika pekerja tidak terlindungi.
“Untuk itulah, sangat penting mengikuti jaminas sosial ketenagakerjaan. Apa sebab, jika terjadi resiko kecelakaan, maka kami akan melakukan perawatan sampai pulih. Dan jika meninggal maka akan diberikan santunan pada ahli waris sebesar Rp24 juta,” tutupnya.(gabby)
