Minahasa

Polres Minahasa Ungkap Pelaku Pembunuhan Jeiby Mandang Warga Liningaan Tondano

Tondano – Setelah dua bulan dilakukan penyidikan, Satuan Reserse Kriminal Polres Minahasa berhasil mengungkap kematian Jeiby Mandang (42) warga Kelurahan Liningaan, Tondano Timur. Hal ini disampaikan Kasat Reskrim Polres Minahasa AKP. Sugeng Wahyudi Santoso, SIK bersama Kasubag Humasa AKP. Ferdy Pelengkahu dalam konferensi Pers, Jumat 7/8/2020.

Kasat Reskrim AKP Sugeng Wahyudi Santoso menyampaikan bahwa sampai saat ini masih di dalami dan untuk sementara motiv asmaralah yang melatar belakangi terjadinya dugaan tidak pidana, dimana antara tersangka dan korban ada hubungan asmara. “Untuk sementara motiv asmaralah yang melatar belakangi terjadinya dugaan tidak pidana. Setelah mengumpulkan keterangan serta mencari bukti-bukti (fakta) tentang dugaan tindak pidana pembunuhan serta keterangan 31 saksi dan 4 ahli IT Polda Sulut, ahli (dokter) yang mengeluarkan visum luar, ahli Kedokteran Forensik dan ahli Digital Mobile Forensik serta mengumpulkan barang bukti, maka NBM alias Buang (47) warga Liningaan Kecamatan Tondano Timur, ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kasat Reskrim AKP Sugeng Wahyudi Santoso.

Sugeng pun mengungkap kronologis kejadian bahwa pada hari Rabu malam tanggal 3 Juni 2020 sekitar pukul 23.00 wita telah ditemukannya seorang perempuan yang di ketahui beridentitas atas nama Jeiby Mandang (Ebi) yang ditemukan tergelatak dengan posisi terlentang di jalan Raya Kelurahan Wewelen Kecamatan Tondano Barat, kemudian pada tanggal 4 Juni 2020 pada siang hari korban meninggal dunia karena megalami luka dan cedera berat pada bagian kepala. Kemudian pada tanggal 9 Juni 2020 suami korban merasa ada sesuatu yang janggal atas kematian istrinya dan melapor ke Polres Minahasa.

“Dasar laporan tersebut, satreskrim melakukan penyelidikan, dimana pada hari Rabu tanggal 3 Juni 2020 sekitar pukul 20.00 wita tersangka NM alias Buang pergi ke studio di samping Bank BRI Cabang Tondano bertemu dengan saksi saksi dan korban yang juga berada di tempat tersebut, dimana ditempat tersebut mereka berbincang-bincang dan sempat tersangka meninggalkan tempat tersebut,” ungkap Sugeng.

Dilanjutkannya, pada sekitar pukul 22.00 wita tersangka yang memarkirkan sepeda motornya di dekat tugu Monas Tondano menjemput korban yang hendak pulang yang pada saat itu masih berada di dalam studio tersebut, kemudian tersangka membonceng korban yang dilihat saksi dimana posisi korban duduk dengan model duduk perempuan (samping) kemudian saat berada di belakang gereja sentrum tondano tersangka memutarkan sepeda motor yang di kendarainya menuju kesalah satu pondok yang berada di jalan togela kecamatan Tondano selatan pada saat sampai di pondok tersebut tersangka dan korban sempat duduk dan berbincang bincang sekitar kurang lebih 10 (sepuluh) sampai 15 (lima belas) menit dan kemudian melanjutkan perjalanan mereka lagi.

“Pada saat berada di jalan raya kelurahan Tonsaru tersangka menerima telepon dari istrinya dan menyuruh teresangka untuk pulang kerumah.  Pada saat di kompleks jalan baru jalan Raya Kelurahan Wewelen para saksi yang rumahnya berada di sekitar tempat kejadian mendengar suara teriakan minta tolong dan tidak lama suara tersebut terhenti di depan salah satu rumah saksi selanjutnya saksi-saksi yang rumahnya di tempat kejadian tersebut keluar dan melihat korban tergelatak di jalan raya tersebut kemudian para saksi mencoba membantu korban dengan cara meminggirkan korban dan saksi-saksi melihat ada sepeda motor yang melintas dari arah barak polres minahasa melintas di tempat kejadian tersebut kemudian melihat motor tersebut kembali lagi, sepeda motor tersebut berhenti di dekat korban dan pada saat itulah korban menunjuk pengendara sepeda motor tersebut dan sepeda motor tersebut langsung pergi meninggalkan tempat kejadian,” papar Kasat.

Sementara itu Kasubag Humas Polres AKP Ferdy Palengkahu menyampaikan dari hasil penyelidikan dan penyidikan dimana para saksi melihat sepeda motor tersebut adalah sepeda motor tersangka dan jaket yang di pakai tersangka pada malam kejadian tersebut di lihat oleh saksi saksi yang berada di tempat kejadian di gunakan oleh sepeda motor yang bolak balik di tempat kejadian selanjutnya ada saksi yang dapat mengenali bahwa sepeda motor yang bolak balik tersebut adalah tersangka.

“Tersangka Buang ini sudah dimintai keterangan oleh tim penyidik di Polres Minahasa sejak kasus dilaporkan, tapi tidak mengakui perbuatannya. Namun, kesemuanya itu, sudah terbantahkan oleh keterangan 31 saksi serta 4 saksi ahli, dapat diambil kesimpulan terduga Buang adalah pelaku pembunuhan itu. Saat itu juga, pelaku langsung diamankan pada 3 agustus 2020. Pasal yg sangkakan, Pasal 340 sub 338 leb sub 351 ayat (3) KUHPidana,” jelas Pelengkahu.

Berdasarkan hasil keterangan RSU Samrat Tondano, menyebutkan korban terdapat sobekan di bagian bibir sebelah kanan, kemudian luka lecet di paha, siku sebelah kanan dan tanda cupang di atas payu dara. Dan dari hasil otopsi RSU Kandouw Malalayang, korban meninggal dunia karena Cedera Kepala Berat (CKB) dibagian belakang. Ini diakibatkan, pukulan tangan tersangka sehingga korban terpental menghantam benda keras. (CT)

Categories: Minahasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s