SULUTNEWSTV.com, BITUNG – Dewan Komisaris dan Komite PT Pertamina (Persero) bersama jajaran manajemen Pertamina Patra Niaga melakukan kunjungan kerja ke Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Komunitas Tuli Peduli Bitung (KALEB), binaan Integrated Terminal (IT) Bitung. Kunjungan ini menegaskan komitmen perusahaan dalam memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai bagian dari strategi bisnis berkelanjutan.
Program KALEB menjadi salah satu contoh konkret bagaimana CSR tidak hanya berorientasi pada bantuan sosial, tetapi diarahkan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan pemberdayaan ekonomi kelompok disabilitas. Dalam konteks ekonomi, pendekatan ini dinilai mampu menciptakan nilai jangka panjang melalui penguatan inklusi sosial, peningkatan produktivitas, serta pembukaan peluang partisipasi ekonomi yang lebih luas.
Komisaris Independen Pertamina, Condro Kirono, yang hadir bersama Komite Audit dan Komite Pemantau Investasi dan Manajemen Risiko, menilai program KALEB mencerminkan transformasi CSR Pertamina menuju model yang lebih berdampak.
Menurutnya, program pemberdayaan seperti ini berkontribusi pada penciptaan ekosistem sosial yang sehat, yang pada akhirnya mendukung stabilitas dan keberlanjutan bisnis perusahaan energi nasional.
Dari sisi operasional, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, menyampaikan bahwa pengembangan program TJSL yang inklusif sejalan dengan strategi perusahaan dalam membangun reputasi korporasi dan kepercayaan publik.
“Program KALEB tidak hanya memberikan manfaat sosial, tetapi juga mendukung agenda pembangunan ekonomi inklusif yang kini menjadi perhatian utama dunia usaha,” ujarnya.
Area Manager Communication, Relations, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, T. Muhammad Rum, menambahkan bahwa KALEB selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya peningkatan kualitas pendidikan, penciptaan pekerjaan layak, dan pengurangan kesenjangan.
“Integrasi SDGs dalam TJSL diyakini memperkuat kontribusi Pertamina terhadap pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” katanya.
Melalui program ini, komunitas tuli di Bitung didorong untuk lebih mandiri, percaya diri, dan mampu berperan aktif dalam kegiatan sosial maupun ekonomi. Dampak tersebut tidak hanya dirasakan oleh penerima manfaat, tetapi juga berkontribusi pada penguatan ekonomi lokal.
Kunjungan Dewan Komisaris ini sekaligus menegaskan arah kebijakan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi untuk terus mengembangkan program TJSL berbasis pemberdayaan, sebagai bagian dari strategi korporasi dalam menjaga keseimbangan antara kinerja bisnis, tanggung jawab sosial, dan keberlanjutan jangka panjang.(*/gabby)
