GNPIP 2026 Dorong Penguatan Lumbung Pangan, Bolmong Diperkuat sebagai Penyangga Inflasi Sulut

SULUTNEWSTV.com, BOLMONG – Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) tahun 2026 diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pengembangan dan optimalisasi lumbung pangan serta sentra produksi. Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) dinilai memiliki peran strategis sebagai salah satu lumbung pangan utama di Provinsi Sulawesi Utara.

Hal tersebut disampaikan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Renold Asri, dalam kegiatan High Level Meeting (HLM) dan Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bolaang Mongondow yang diselenggarakan Bank Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Bolmong.

Renold menjelaskan, untuk mengoptimalkan surplus produksi pangan sekaligus menjaga stabilitas harga dan kesejahteraan petani, GNPIP mendorong sejumlah langkah strategis. Di antaranya perluasan Kerja Sama Antar Daerah (KAD), termasuk kerja sama antar pelaku usaha atau business to business (B2B), kemitraan penyediaan komoditas bagi Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP), serta pengembangan infrastruktur dan teknologi pascapanen.

“Penguatan lumbung pangan harus diikuti dengan pengelolaan distribusi dan pascapanen yang baik. Pemanfaatan teknologi, termasuk ozonisasi dan hilirisasi produk pangan, menjadi penting untuk menjaga kualitas komoditas sekaligus meningkatkan nilai tambah secara berkelanjutan,” ujar Renold Asri.

Komitmen Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow dalam mendukung GNPIP dan pengendalian inflasi diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pemerintah Kota Kotamobagu dalam bentuk Kerja Sama Antar Daerah (KAD) komoditas beras, jagung, dan gabah kering.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi capacity building TPID. Wakil Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow, Dony Lumenta, memaparkan tujuh program unggulan GNPIP serta karakteristik wilayah Bolmong sebagai daerah produsen pangan. Selanjutnya, Asisten Direktur BI Sulut, Sigit Setiawan, menyampaikan materi persiapan TPID Award 2026 dengan menekankan pentingnya peran kepala daerah, kelengkapan dokumen pendukung, serta kesiapan laporan dan program unggulan sejak dini.

Sesi capacity building juga diisi pemaparan Pimpinan Cabang Perum Bulog Bolmong, Ismail Azis, yang menjelaskan strategi Bulog dalam memperkuat distribusi beras dan komoditas pangan strategis guna mendukung pengendalian inflasi daerah.

Melalui penguatan GNPIP dan sinergi lintas sektor tersebut, Kabupaten Bolaang Mongondow diharapkan mampu menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memperkuat perannya sebagai lumbung pangan Sulawesi Utara.(*/gabby)

Leave a comment