SULUTNEWSTV.com, MANADO – Kondisi ketenagakerjaan di Provinsi Sulawesi Utara menunjukkan perbaikan pada November 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 5,78 persen, atau menurun 0,21 persen poin dibandingkan Agustus 2025.
Kepala BPS Provinsi Sulawesi Utara, Agus Adi Sudibyo, menyampaikan hal tersebut dalam press conference awal Februari 2026 di Kantor BPS Sulut, Kamis (5/2/2026). Menurutnya, perkembangan ini mencerminkan dinamika pasar kerja yang terus bergerak positif.
“Jumlah angkatan kerja Sulawesi Utara pada November 2025 tercatat sebanyak 1,43 juta orang, meningkat 4,82 ribu orang dibandingkan Agustus 2025. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja juga naik menjadi 67,27 persen,” ujar Agus.
Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) November 2025, jumlah penduduk bekerja mencapai 1,35 juta orang, atau bertambah 7,62 ribu orang dibandingkan periode sebelumnya. Lapangan usaha yang mencatat peningkatan penduduk bekerja terbanyak adalah Pengadaan Listrik, Air, dan Gas, yang naik 5,38 ribu orang.
Agus menjelaskan, dari sisi status pekerjaan, penduduk bekerja pada sektor formal mencapai 632,08 ribu orang atau 46,93 persen dari total penduduk bekerja. Angka tersebut meningkat 1,49 persen poin dibandingkan Agustus 2025.
“Peningkatan proporsi pekerja formal menunjukkan adanya perbaikan kualitas kesempatan kerja di Sulawesi Utara,” katanya.
Sementara itu, tingkat setengah pengangguran tercatat sebesar 7,73 persen, turun 0,04 persen poin. Namun, tingkat pekerja paruh waktu mengalami peningkatan menjadi 24,42 persen, atau naik 1,23 persen poin dibandingkan periode sebelumnya.
“Meskipun tingkat pengangguran menurun, peningkatan pekerja paruh waktu masih menjadi perhatian dalam upaya peningkatan kualitas ketenagakerjaan di daerah,” tandasnya.(*/gabby)
