BI dan Pemkab Sitaro Perluas QRIS untuk Retribusi Daerah, Transaksi Tembus Rp3,63 Miliar

Unknown's avatar
banner 120x600

SULUTNEWSTV.com, SITARO — Bank Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) mempercepat digitalisasi sistem pembayaran daerah dengan memperluas pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dalam pembayaran retribusi daerah.

Melalui Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, program ini difokuskan untuk mempermudah pembayaran retribusi parkir, kebersihan, dan pasar sekaligus meningkatkan transparansi penerimaan daerah. Sosialisasi dan edukasi dilakukan pada 11–12 Maret 2026 di sejumlah lokasi di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) guna memperkuat ekosistem ekonomi digital di wilayah kepulauan.

Kepala Tim Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah KPwBI Sulawesi Utara, Ircham Andrianto Taufick mengatakan, perluasan penggunaan QRIS di sektor retribusi daerah diharapkan meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus mendorong akseptasi pembayaran digital di masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kami memperkenalkan QRIS sebagai kanal pembayaran retribusi parkir, kebersihan, dan pasar. QRIS juga dapat dimanfaatkan untuk transaksi ritel lainnya sehingga masyarakat semakin terbiasa dengan pembayaran digital,” ujarnya.

Secara ekonomi, implementasi QRIS di Sitaro menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hingga 31 Januari 2026, tercatat sebanyak 4.173 merchant telah menggunakan QRIS di wilayah tersebut.

Dari sisi transaksi, pada Januari 2026 tercatat 35.919 transaksi QRIS dengan nilai mencapai Rp3,63 miliar. Angka tersebut melonjak dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencatat 2.659 transaksi dengan nilai sekitar Rp466 juta.

Peningkatan ini menunjukkan percepatan adopsi pembayaran digital oleh pelaku usaha dan masyarakat, sekaligus memperkuat potensi digitalisasi ekonomi daerah.

Selain menyasar pedagang di Pasar Ampera Ulu Siau, edukasi juga dilakukan di sejumlah sekolah menengah atas dengan melibatkan lebih dari 430 peserta. Materi yang disampaikan meliputi literasi sistem pembayaran digital, pelindungan konsumen, serta edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, termasuk cara mengenali keaslian uang melalui metode 3D (Dilihat, Diraba, dan Diterawang).

Bank Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Sitaro menilai digitalisasi pembayaran tidak hanya memudahkan transaksi masyarakat, tetapi juga membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan tata kelola penerimaan yang lebih tertib, efisien, dan transparan.

Ke depan, perluasan penggunaan QRIS akan terus didorong agar dapat dimanfaatkan lebih luas dalam layanan publik maupun transaksi ekonomi masyarakat di wilayah kepulauan tersebut.(*/gabby)

Leave a Reply

Discover more from www.sulutnewstv.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading