Wali Kota Andrei Angouw Paparkan Capaian Program Unggulan dan Indikator Makro ke Bappenas RI

Unknown's avatar
banner 120x600

SULUTNEWSTV.com, MANADO – Wali Kota Manado Andrei Angouw memaparkan capaian 15 Program Unggulan Pemerintah Kota Manado beserta hasil pembangunan yang tercermin dalam indikator makro daerah saat mengikuti Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara Penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahap II yang dilaksanakan oleh Bappenas Republik Indonesia di Aula Serbaguna Kantor Wali Kota Manado, Senin (6/7/2026).

Di hadapan tim penilai Bappenas RI, Wali Kota Andrei Angouw menegaskan bahwa 15 program unggulan yang dijalankan Pemerintah Kota Manado merupakan implementasi dari perencanaan pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik, pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, serta pembangunan yang berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, Angouw menjelaskan berbagai capaian strategis yang telah direalisasikan, mulai dari peningkatan investasi dan pembukaan lapangan kerja, penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah, penataan kawasan permukiman, pengelolaan pasar tradisional, penanganan persampahan, penguatan pelayanan administrasi kependudukan, peningkatan fasilitas kesehatan, peningkatan kualitas pendidikan, revitalisasi ruang publik, pembangunan taman kota, pengelolaan tempat pemakaman umum, pemberian insentif bagi rohaniawan, bantuan sosial bagi lanjut usia, peningkatan layanan transportasi umum, hingga penguatan koordinasi pembangunan dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Selain memaparkan capaian program, Andrei juga menyampaikan perkembangan indikator makro yang menunjukkan kinerja pembangunan Kota Manado terus mengalami peningkatan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Manado mencapai 82,4, lebih tinggi dibanding tahun 2024 dan melampaui target yang ditetapkan.

Pendapatan per kapita tercatat sebesar Rp124,42 juta, sementara pertumbuhan ekonomi mencapai 5,77 persen, meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Di sektor sosial, tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 4,99 persen, sedangkan tingkat pengangguran terbuka berada di angka 8,51 persen. Dari sisi investasi, realisasi investasi mencapai 113,24 persen atau senilai Rp3,05 triliun, melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah.

Sementara itu, pemerataan ekonomi juga menunjukkan perbaikan dengan Indeks Gini sebesar 0,342, lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Manado terhadap perekonomian Provinsi Sulawesi Utara mencapai 28 persen, memperkuat posisi Manado sebagai pusat pertumbuhan ekonomi daerah. Adapun Indeks Kualitas Lingkungan Hidup tercatat sebesar 43,92 sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan pembangunan dan kelestarian lingkungan.

Dirinya menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah, dukungan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, serta partisipasi masyarakat dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan.

“Capaian ini menunjukkan bahwa pembangunan di Kota Manado tidak hanya berorientasi pada penyelesaian program, tetapi juga menghasilkan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Semua program dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga,” ujarnya.

Diketahui, FGD dan wawancara Penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah Tahap II menjadi tahapan penting dalam proses evaluasi yang dilakukan Bappenas terhadap kualitas perencanaan, pelaksanaan, dan capaian pembangunan daerah. Sehingga apa yang telah dicapai dapat menjadi nilai tambah dalam penilaian sekaligus memperkuat komitmen mewujudkan pembangunan yang efektif, inklusif, dan berkelanjutan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Tim Penilai Bappenas RI, sementara dari Pemerintah Kota Manado hadir Asisten II Atto Bulo, serta dengan seluruh kepala OPD yang ada di Pemkot Manado.(*/gabby)

Leave a Reply

Discover more from www.sulutnewstv.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading