Tomohon – Kapal penumpang tradisional bernama lambung Solagratia yang tenggalam di Perairan Serai antara Pulau Lihaga dan Pulau Gangga yang terjadi pada Selasa 5/9/2017 mengakibatkan 2 orang tewas dimana salah satunya Refly Tulung (56) warga Kelurahan Woloan satu Kecamatan Tomohon Barat.

Dari pantauan media ini, Isak tangis keluarga Refly Tulung memuncak saat tiba di rumah duka di kelurahan woloan satu. Iringan kendaraan yang membawa korban tiba di rumah duka pada pukul 11.35 Wita.

Puluhan keluarga dan kerabat korban serta masyarakat setempat tampak memenuhi rumah duka. Istri dan tiga anak korban tampak histeris saat melihat korban yang kembali ke rumah dalam keadaan tidak bernyawa.

Dari informasi yang dihimpun Kapal tradisional dari bahan kayu berukuran 9 meter itu merupakan kapal penumpang tradisional, dan biasa membawa muatan antar pulau terdekat.

Saat kejadian, kapal dalam perjalanan membawa muatan kayu rumah panggung yang kedua kalinya dari Pelabuhan Munte menuju Pulau Gangga Mutehe. Perjalanan pertama berlangsung aman.

Namun, kapal saat mengantar material yang kedua kali, ditengah perjalanan mengalami nahas diterjang ombak besar. Kapal pun terbalik dan tenggelam. Penumpang berhamburan ke laut.

Kejadian ini diketahui kapal nelayan yang kebetulan lewat. Para nelayan dengan sigap memberikan pertolongan dan meneruskan informasi kepada warga Ds Serai Kec Likupang Barat, hingga berlanjut melapor ke Dermaga Bakamla RI di Serai.

 

Berikut ini nama 11 orang korban selamat;

1. Rendi Sidin
2. Yance Potoan
3. Meikel Konyonyian
4. Joni Rauf
5. Fani Wetik
6. Dami Wengkang
7. Des Motulo
8. Joni Motulo
9. Yosep Pantalo (Nakhkoda)
10. Alfred Lahu (ABK)
11. Den Kuda (ABK)

(Red/stenly)