Minahasa – Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi resmi menutup semua kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Minahasa ke 589 tahun, senin 6 november 2017 di lapangan maesa Tondano.

Penutupan juga dihadiri oleh jajaran Forkopimda Minahasa, Sekda Jeffry Korengkeng, Ketua DPRD Kab. Minahasa Jems Rawung, anggota DPRD Imelda Nofita Rewah, seluruh SKPD kab. Minahasa, para camat undangan dan masyarakat .

Asisten 1 Denny Mangala sebagai ketua panitia dalam laporannnya mengatakan, bahwa untuk memeriahkan Hut minahasa ini, kami dari panitia melakukan beberapa lomba/kegiatan yakni lomba kendaraan hias yang di ikuti oleh seluruh SKPD, kecamatan, gereja dan lembaga kemasyarakatan yang ada di minahasa. “Disamping itu kami juga mengadakan lomba paduan suara yang disponsori oleh PKK kab. Minahasa, adapun lomba jengle iva antar kecamatan, dan festival danau tondano mejair woku.”terang Mangala.

Lanjutnya, adapun lomba lainnya yakni dayung lomba perahu manguni, bakar ikan di pantai timbariri, voli pantai mahembang dan minhasa expo selama 9. “Selama 9 hari kegiatan pameran antuasias warga masyarakat untuk datang melihat stand-stand yang ada sangat luar biasa, seperti malam jni,”ujarnya, semberi menambahkan bahwa,meski kegiatan dalam rangka telah di tutup masih ada sejumlah kegiatan yang akan di lakukan yakni Pelepasan 1000 lampion, arum jeram di timbukar, lomba motor cros unima, kejuaraan berkuda di tompaso dan fun bike.

Sementara Bupati Minahasa sebelum menutup kegiatan tersebut mengajak kepada masyarakat untuk bersyukur pada Tuhan karena sepanjang kegiatan Minahasa expo selama 9 hari. “9 hari hampir tempat ini penuh dengan berbagai aktifitas yang berlangsung, para skpd kecamatan menampilkan keunggulan dan masyarakat senang melihatnya, kegiatan tersebut membuat tempat ini tak pernah mati, sama halnya dengan waktu kita baru dilantik kita diperadapkan dengan image kota mati, perlahan-lahan kita bangun dan berkat pak Gubernur sehinga kita coba membangun dari oinggiran dan kitang lebih 2 tahun kita di katakan berhasil membagun melalui jalan dan infraktruktur lainnya,” terang JWS.

“Jalan-jalan dari pedesaan dibuka, sehinggah perekonomian berjalan dengan lancar. Selanjutnya kita memiliki kendala, kendalanya yakni bagaimna dengan kota tondano, munculah ide kita membangun taman god bless minahasa. Saya meyakini, siapa pun yang membaca kalimat ini, mendoakan Minahasa.” Ujarnya.

Lanjutnya, dari tahun ke tahun, tiba saatnya tahun ke 4, dimana benteng moraya berdiri, disana ada foodkord amfitheater, dan pada lingkarannya terdapat marga-marga orang minahasa. “Saya tidak menyangka yang terpikir oleh saya saat membangun god bless minahasa dan benteng moraya agar masyarakat duduk dan bersantai disitu, ternyata lebih dari pada itu, dua lokasi ini menjadi viral di mana-mana.”ujarnya lagi.

“Seperi yang di katakan pak gubernur membangun minahasa kurang lebih 10 tahun, tapi menurut saya Membangun minhasa ini harus 15 tahun. Masih banyak yang harus dilakukan di minahasa ini, oleh sebab itu jika diperkenankan mohon doa dan dukungan masyarakat untuk melanjutkan dan minahasa benar-benar berubah,”pungkasnya.

(Red/christian)