Minahasa – Pilkada Minahasa yang akan berlangsung Tahun 2018 nanti, sudah terasa, hal ini di tandai dengan mulainya ramainya para calon kepala daerah (bupati-Wabup) bersosialisasi kepada masyarakat dalam berbagai bentuk.

Apalagi, jika ingin menumbangkan incumbent Jantje Wowiling Sajow (JWS), setidaknya para rival/lawannya wajib menyiapkan strategi khusus untuk menang.
Belum lagi, kekuatan Parpol yang akan mengusung JWS di Pilkada nanti terbilang “sakti” atau sulit dikalahkan.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Politik Minahasa Danny Meray mengungkapkan secara logika peta kekuatan dari JWS, dimana bekaca dari Pilkada Minahasa 2012 JWS hanya didukung oleh Birokrat 10%, kemudian Hukum Tua yang mendukunnya sekitar 20%, Tokoh agama sedikit lebih banyak berkisar 30%, ini dikarenakan JWS adalah Pelayan Khusus dan mantan Ketua Remaja Sinode GMIM selama dua periode. Kemudian kelompok Tani yang mendukungnya bekisar hanya 10%. Demikian juga jika melihat dari segi finansil, JWS bisa di bilang kalah dari lawan.

“Jika dilihat dari kekuatan di Pilkada 2012 JWS secara kasatmata pasti tidak akan menang atau Imposible, tapi fakta karena tangan Tuhan bekerja dan Tuhan melihat hati akhirnya JWS menang 38 %, selisih 1,5 % dengan 3194 suara, walaupan Dapil 2, 3 dan 4 kalah, tapi di tutupi oleh dapil 1 yang menang besar, ” ungkapnya.

Nah bagaimana dengan kekuatan JWS di Pilkada Minahasa 2018?

Meray mengungkapkan secara logika bahwa JWS di dukung 90% oleh Birokrasi, ini dikarenakan Bupati JWS menaikan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD). Kemudian Hukum Tua/ Lurah diperkirakan JWS didukung 99%. Apalagi Tokoh Agama 90 % akan mendukungnya karena baru di kepemimpinan JWS ada penghargaan insentif.

“Dengan hadirnya Petani Hebat Minahasa (PHM), 80% Kelompok tani akan mendukungnya. Jika dilihat dari sisi Finansil, rasanya tidak perlu diragukan, “ungkapnya.

Meray menambahkan bahwa prestasi yang di torehkan JWS dengan berbagai penghargaan yang tak terbilang akan menopangnya. Seperti Penghargaan dibidang Keuangan, Pemkab Minahasa meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI, selama 3 tahun berturut dimana tidak pernah diraih pemerintah sebelumnya.

“Pembangunan merata di semua wilayah, jalan di perlebar, dibuatnya jalan-jalan pertanian, HRS dalam kota, dan yg Spektakuler Lapangan God Bless Minahasa dan Benteng Moraya, hadirnya KFC, perubahan kota Tondano di barengi dengan perubahan sikap masyarakat yang cinta perubahan di kota Tondano, dan di bidang Kesehatan, pembanguna Rumah Sakit Tondano, Puskesmas hampir di semua Kecamatan, Mobil ambulance, dan di dukung oleh pelayanan kepada masyarakat yang baik.

Jadi jika melihat kekuatan yang dimiliki dan apa yang sudah dibuat untuk Minahasa oleh sang Petahana, bisa dipastikan JWS sulit dikalahkan, “pungkasnya.

(Red/christian).