Tokoh Pendidikan Apresiasi Bupati James Sumendap Dorong Penyatuan UKIT

Ratahan – Tokoh pendidikan mengapresiasi upaya konkrit James Sumendap (JS) dalam melakukan intervensi penyatuan management Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT). Tekad kuat JS sebagai Ketua Alumni UKIT yang sekarang menjadi Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) itu tak tanggung-tanggung ditunjukkannya, sampai bersedia ‘pasang badan’ menghadapi apabila ada oknum-oknum yang ingin memecah universitas kepunyaan Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) itu.

“Selesai semua. Berakhir semua perpecahan. Sekarang tidak ada YPTK tidak ada Wenas, semua menyatu hari ini. Saya peringatkan kepada oknum-oknum yang berniat merusak penyatuan UKIT, Anda akan berhadapan dengan saya,” tegas Bupati JS di Tombatu usai pertemuan kedua yayasan naungan GMIM itu.

Sementara tokoh yayasan baik dari YPTK maupun AZR Wenas, Pdt DR Richard Siwu dan Prof DR Mezak Ratag turut mengungkap apresiasi kemauan kokoh JS, yang memang sejalan dengan niat keduanya dan sedang berlangsung penyatuan management diawali dengan input pangkalan data akademis universitas.

“ Ya, tentu kami memberi apresiasi. Pak James Sumendap mendorong apa yang sudah terjadi ini (penyatuan UKIT). Ada keinginan untuk satu. Profesor Ratag dan saya sudah mulai sejak berapa bulan lalu, dimulai dengan satu management akademis. Menyatukan data. Pangkalan data akademik adalah suatu hal yang menentukan penyatuan secara institusional UKIT,” ujar Pdt Richard Siwu setelah rapat difasilitasi Bupati JS.

Sementara Prof Ratag berujar, selama rentang 13 tahun ini, ada sekitar 24 semester yang harus dibuka satu per satu melalui ijin Kementerian Pendidikan RI, untuk disatukan ke dalam pangkalan data akademis UKIT. Input itu mencakup data mahasiswa maupun dosen yang terdaftar di kedua yayasan. “Kami sudah dapat rekomendasi dari kementerian untuk penyatuan data (dari kedua yayasan). Data sejak 13 tahun ada 1700-an data. Tiap kali buka satu semester kami ijin ke Menteri, diperkirakan ada 24 semester kita akan buka dan isi seluruhnya. Sehingga tidak ada mahasiswa dan dosen yang dikorbankan. UKIT Kembali ke visi dan misi pendidikan GMIM,” ujar Ratag semangat.

Ditanya wartawan mengenai siapa yang akan memegang pucuk pimpinan UKIT pasca bersatu, keduanya merendah dan tidak saling klaim.

“Kalau ini selesai, saya akan jadi ketua pemilihan rektor,” sebut Prof Ratag.

“Dan saya jadi anggota komisionernya” sambung Pdt Siwu sembari keduanya tertawa.

Ungkapan apresiasi terhadap Bupati JS juga terlontar dari mantan dosen sekaligus tetua alumni UKIT, Ny Maria Politon-Assa. Menurutnya UKIT seyogyanya hanya satu karena GMIM juga hanya satu. “Bagus sekali upaya dari James. karena dia (James Sumendap) alumni UKIT, ketuanya. Saya Alumni ke-5 UKIT, sampai saya sudah pensiun, rambut putih. Terserah yang muda-muda mau bikin bagaimana, tapi tetap satu tujuan. Harus memberitakan tugas yang diberikan Tuhan, yaitu untuk pendidikan,” ujarnya.

Keinginan menyatukan UKIT menjadi kerinduan semua orang, apalagi warga GMIM. Dengan rekonsiliasi itu maka diharapkan dunia pendidikan di Bumi Nyiur Melambai, bisa berkembang lebih baik lagi. “Dari dulu UKIT itu satu, hanya orang-orang yang membuat terpisah-pisah. UKIT dari dulu (punya) GMIM, memang cuma satu. GMIM cuma satu, UKIT cuma satu. Jadi alumni harus membuatnya satu. Dipelopori oleh ketua alumni James Sumendap. Dia sudah bilang, jangan ada yang ditinggalkan semua harus menyatu,” tandas Maria. (Red/Victor)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s