Sulut

Berikan Kuliah Pakar, Kementan Harapkan Mahasiswa Fapet Unsrat Manfaatkan revolusi industry 4.0

SULUTNEWSTV.com, MANADO – Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendiardi menyampaikan pemerintah berkewajiban menjamin ketersediaan bahan pangan bagi 270 juta jiwa penduduk Indonesia, tidak boleh ada seorang-pun warga yang kelaparan.

“Untuk itu, perlu dan harus dilakukan upaya yang sungguh dari semua pihak di republic ini, termasuk Universitas Sam Ratulangi Manado khususnya Fakultas Peternak (Fapet),” kata Agung saat memberikan kuliah Pakar, Jumat(17/1).

Potensi pengembangan dan produksi ternak sebagai sumber pakan dan protein hewani di Sulawesi Utara sangat besar, namun belum optimal terberdayakan untuk berkontribusi pada penyediaan protein hewani bagi masyarakat.

“Di era revolusi industry 4.0 kita telah dipermudah dalam menggali dan menginformasikan teknologi. Sehingga bukan permasalahan lagi, untuk kurang inovasi teknologi. Tapi justru kita harus terus berinovasi hasilkan inovasi-inovasi terbarukan dalam dunia peternakan,” ujarnya.

Ketahanan pangan tidak hanya mencakup pengertian ketersediaan pangan yang cukup, tetapi juga kemampuan untuk mengaksesnya (mendapatkan produk pangan) dan tidak terjadinya ketergantungan pangan, pada pihak manapun.

“Mahasiswa sebagai generasi muda milenial, pilar-pilar penerus bangsa, harus lebih giat mempersiapkan diri dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Perkembangan Iptek yang terus melaju, harus disikapi agar adik-adik dapat menguasainya (menjaja) kemajuan teknologi itu, jangan terbalik adik-adik yang dijajah teknologi itu,” sebutnya.

Namun, untuk meningkatkan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM), hal itu juga harus didukung dengan ketersediaan gizi yang memadai. Baik dari sumber nabati, maupun hewani.

“Untuk itu pemerintah terus mendorong masyarakat untuk melakukan diversifikasi konsumsi daging sapi, kambing, domba, kerbau, babi, kelinci, ayam, ikan dan konsumsi susu. Karena hal itu masih relative kurang memadai, dan itupun masih dari import,”sebutnya.

Menurutnya, ini merupakan peluang besar bagi pengembangan produksi ternak secara universal yang masih sangat besar dan terbuka, apa lagi di Sulawesi Utara.

“Dan peluang besar ini juga menjadi tantangan besar bagi kita semua, termasuk di Univarsitas Sam Ratulangi, dengan tag line yang terkenal ‘Si Tou, Ti Mou, Tu Mou, Tou’ yang artinya ‘manusia hidup, untuk menghidupkan manusia lain’. Apa yang dapat disumbangkan insan peternakan di Sulawesi Utara,”katanya.

Dibeberkannya, tahun depan pemerintah dalam memberikan paket bantan pangan non tunai, akan menambahkan dengan produk telur. Hal ini menjadi tantangan,karena produk telur ayam saat ini masih relative kurang. Demikian dengan program baru yang telah dirancangkan oleh pemerintah program ‘Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri’ (Sikomandan).

“Untuk itu, kita perlu persiapkan sejak dini disrupsi di revolusi industry 4.0 dengan terus membangun dan mengembangkan SDM yang di implementasikan dengan kegiatan pertanian masuk sekolah (Tani MaS). Sebagai upaya regenersai petani ke depan, menghadapi RI-4. Karena bila tidak sekarang, mencermati tanda-tanda zaman, kita akan tergilas sendiri di negeri sendiri,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Badan Litbang Pertanian di Sulawesi Utara Dr.Ir.Yusuf,MP menambahkan membaca tanda zaman di era industry pertanian 4.0 dengan dinamikanya yang begitu cepat, Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) sudah ada MoU dengan pihak Unsrat (pertanian dan peternakan), yang langsung oleh kepala Badan Litbang dan Rektor Unsrat.

Dikatakan Yusuf, Badan Litbang Pertanian sebagai lembaga penghasil inovasi teknologi di Kementerian Pertanian, telah hasilkan banyak inovasi pertanian dan peternakan.

“Oleh sebab itu, untuk percepat penghiliran hasil-hasil ini, BPTP Sulut, sudah banyak hasil inovasi peternakan yang sudah diuji kaji spesifik lokalita dan sudah banyak petani yang memanfaatkan. Namun itu masih belum optimal, karena relative parsial,”katanya.

Menurutnya hal tersebut perlu disandingkan dengan pihak perguruan tinggi dan dinas pertanian dan peternakan, agar penghilir derasan hasil-hasli Litkaji akan lebih optimal.

“Dengan dilaksanakannya penanda tanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), antara Fapet dan BPTP Sulawesi Utara niscaya kontribusi peternakan di Sulawesi Utara akan mewarnai pemenuhan kebutuhan gizi hewani bagi masyarakat Sulawesi Utara,”tambahnya.

Bahkan untuk mendukung program regenerasi petani kedepan, BPTP Sulawesi Utara sudah menjalin kerjasama dengan sekolah-sekolah di Sulawesi Utara.

“Dan sebagai sumber inovasi teknologi di daerah, BPTP Sulawesi Utara siap berakselerasi sesuai dengan tupoksi yang tertuang dalam PKS,” tuturnya.

Sementara, Dekan Fapet Unsrat Dr.Ir.Johanis Tulung, M.Si. mengapresiasi yang tinggi sambil berterima kasih atas kunjung Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Dr.Ir. Agung Hendriadi, M.Eng., bersama tim, yang boleh memberi waktu untuk Kuliah Pakar. Dan pasti sangat bermanfaat bagi Fapet Unsrat, untuk peningkatan akreditasi Fakultas Peternakan.

Diketahui, kegiatan ini, merupakan bagian dari Kunjungan Kerja (Kunker) kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kemtan) Republik Indonesia (RI) di Sulawesi Utara.

Acara ini dihadiri oleh para Guru Besar, Profesor Riset, Wakil Dekan dan Pimpinan, Para Dosen Fapet Unsrat, Kapus Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Tim BKP Kemtan, Dinas Pangan Sulut, Peneliti dan Penyuluh BPTP Sulut serta para Mahasiswa Fapet Unsrat.(gabby)

Categories: Sulut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s