Paskah Nasional 2026 di Manado, Perpaduan Ibadah dan Kekayaan Budaya Nusantara

Unknown's avatar
banner 120x600

SULUTNEWSTV.com, MANADO — Suasana religius sekaligus semarak budaya akan mewarnai perayaan Paskah Nasional 2026 di Kota Manado, Sulawesi Utara. Ribuan umat Kristiani dari berbagai gereja di Sulawesi Utara diperkirakan akan memadati kawasan Pohon Kasih Megamas pada Rabu, 8 April 2026, dalam sebuah perayaan iman yang tidak hanya sarat makna rohani, tetapi juga menampilkan kekayaan budaya Nusantara.

Ketua Panitia Perayaan Paskah Nasional 2026, Recky Heskie Langie, menjelaskan bahwa Paskah yang digelar di Manado tahun ini merupakan Paskah Nasional se-Sulawesi Utara yang melibatkan seluruh denominasi gereja. Momentum ini diharapkan menjadi wadah persatuan umat sekaligus kesaksian iman yang kuat di tengah masyarakat.

“Paskah yang dilaksanakan di Kota Manado adalah Paskah Nasional se-Sulut yang melibatkan seluruh gereja,” ujar Langie. Perayaan tersebut tidak hanya berupa ibadah, tetapi juga dikemas dengan berbagai kegiatan yang memadukan unsur kerohanian dan budaya. Panitia menghadirkan pertunjukan etnis Nusantara, khususnya budaya lokal Sulawesi Utara seperti etnis Minahasa, Sangihe, dan Bolaang Mongondow.

Beragam penampilan seni dan budaya akan menghiasi rangkaian kegiatan, menampilkan identitas daerah yang hidup berdampingan dalam semangat kebersamaan. Di tengah perayaan itu pula akan dipentaskan drama kolosal yang menggambarkan perjalanan sengsara Yesus melalui Jalan Salib—sebuah pertunjukan yang diharapkan mampu menggugah iman sekaligus menyentuh hati para peserta.

Panitia memperkirakan jumlah peserta yang hadir akan mencapai 60 hingga 70 ribu orang. Ribuan umat tersebut akan berkumpul dalam satu ruang ibadah terbuka yang menghadap laut, menjadikan kawasan Pohon Kasih Megamas sebagai pusat perayaan iman terbesar di Sulawesi Utara pada tahun ini.

Menurut Langie, inti dari kegiatan ini tetaplah ibadah sebagai pusat perayaan Paskah. Namun di sisi lain, panitia juga ingin menghadirkan ruang kebersamaan melalui pagelaran budaya yang menggambarkan keragaman bangsa.

“Ibadah adalah yang utama, tetapi kami juga menghadirkan konteks kebersamaan melalui pagelaran kebudayaan,” jelasnya. Dengan konsep tersebut, panitia berharap perayaan Paskah Nasional di Manado tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi juga menjadi momentum yang memancarkan pesan damai, persatuan, dan iman kepada masyarakat luas, bahkan hingga ke tingkat dunia.

“Kami berkeinginan agar pelaksanaan kegiatan ini dapat memancar ke seluruh dunia,” tambah Langie. Perayaan ini pun diharapkan menjadi bukti bahwa Kota Manado bukan hanya dikenal sebagai kota yang religius, tetapi juga sebagai ruang perjumpaan budaya yang harmonis, di mana iman dan tradisi berjalan berdampingan dalam satu panggung kebersamaan.(*/gabby)

Leave a Reply

Discover more from www.sulutnewstv.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading