Sulut

PWI Himbau Wartawan Yang Masuk Tim Sukses Pilkada 2020 Cuti Atau Mundur

Manado -Ketua PWI Sulut Drs.Voucke Lontaan, mengatakan bahwa, terkait wartawan yang memutuskan menjadi tim sukses, di himbau segera mengajukan cuti, non aktif atau mengundurkan diri dari anggota PWI. Perintah tersebut tertulis dalam PD/PRT.

Menurut Voucke, bahwa dalam PD/PRT pasal 26 ayat 4 “Pengurus PWI di Pusat maupun Provinsi dan Kabupaten/Kota yang mengikuti atau terlibat dalam tim sukses kontestasi politik baik Pilpres, Pilkada, maupun Pemilu Legislatif harus mengundurkan diri dari kepengurusan organisasi” Pers Indonesia harus menjadi wasit dan pembimbing yang adil dan menjadi pengawas yang teliti dan seksama terhadap pelaksanaan pemilu, bukan sebaliknya menjadi pemain yang menyalahgunakan ketergantungan masyarakat terhadap media.

Lebih lanjut voucke mengingatkan himbauan dewan pers. seharusnya setiap insan pers tahu bahwa keberadaan pers sesungguhnya adalah dalam rangka menjamin kemerdekaan pers dan untuk memenuhi hak masyarakat mendapatkan informasi yang berkualitas dan adil sebagaimana bunyi Pasal 6 UU No 40/1999 tentang Pers. Selain itu sebagaimana tercantum dalam Pasal 1 Kode Etik Jurnalistik, setiap wartawan berkewajiban untuk selalu bersikap independen dengan memberitakan peristiwa atau fakta sesuai dengan suara hati nurani dan menghasilkan berita yang akurat yaitu yang dapat dipercaya benar sesuai keadaan obyektif ketika peristiwa terjadi.

Hal serupa juga dikemukakan Merson Simbolon, SE, M.Si Wakil ketua bidang pendidikan dan pelatihan mengatakan, tidak pernah melarang kepada rekan wartawan yang mau ikut memperjuangkan famili maupun simpatisannya untuk maju Pilkada 2020 ini, akan tetapi harus mundur dulu, sebagai wartawan. Seorang wartawan yang maju menjadi paslon dalam Pilkada, atau tim sukses sesungguhnya seorang wartawan telah memilih untuk berjuang guna kepentingan politik pribadi atau golongannya. Hal ini bukan tak mungkin akan menimbulkan adanya konflik kepentingan dengan tugas utama wartawan harus mengabdi pada kebenaran dan kepentingan publik. “Karena itu ketika seorang wartawan memutuskan terjun ke politik praktis maka pada hakekatnya ia telah kehilangan legitimasinya dalam menjalankan profesi jurnalistik”, tegas Simbolon

Fanny Waworundeng, Ketua kehormatan PWI Sulut juga menjelaskan perlunya menjaga marwah PWI, “Kita harus tetap teguh pada profesi kita. Kita harus berada di tengah-tengah. Kalau memihak, saya kira harus di luar profesinya. Tapi kalau jelas-jelas masuk tim, harus mundur dari keanggotaan. Peraturan Dewan Pers menetapkan, sebagai wartawan harus mundur, setelah tahapan selesai, baru masuk lagi,” katanya (CT)

Categories: Sulut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s