Ekonomi & Bisnis

13 Ribu Pekerja BPU di Manado, Dilindungi BPJamsostek

SULUTNEWSTV.com, MANADO – Sebanyak 13.000 pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) yang ada di Kota Manado, telah mendapat perlindungan dari BPJamsostek.

Peristiwa tersebut ditandai dengan penandatanganan kerjasama antara BPJamsostek dengan Pemerintah kota Manado, yang dalam hal ini langsung oleh Kepala BPJamsostek Hendrayanto dan Wali Kota Manado G.S Vicky Lumentut dihadapan Direktur Utama Agus Susanto, Dewan Pengawas Rekson Silaban, Jumat(25/9).

Dalam kesempatan tersebut, Agus Susanto menyampaikan upaya dari Pemerintah Kota Manado untuk mengklaim para pekerja BPU ini patut diapresiasi dan menjadi percontohan.

Ditambahkan dia bahwa terkait jamsos di seluruh dunia ada satu hal yg sulit dilindungi yaitu Bukan Penerima Upah, yang notabene susah untuk membayar iurannya.

“Jadi inilah kunci keberhasilan jamsos di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Apa yang dilakukan Pemkot Manado betul-betul sudah mendukung hal demikian. Terima kasih Pak atas dukungannya,” ucap Agus.

Dia membeberkan kebahagiaannya saat kunjungan kerja di Manado beberapa hari ini. Pertama laut di Manado begitu indah dan perlu dikembangkan. Kedua, kerukunan umat beragamanya sangat patut dicontoh daerah lain di Indonesia yang sangat bagus utk diterapkan secara nasional. Ketiga, keseriusan Pemprov Sulut dan Pemkot Manado atas implementasi jamsos benar-benar mengagumkan, sehingga diganjar penghargaan paritrana, dan pada hari ini dilakukan perlindungan bagi 13.000 pekerja bukan penerima upah.

“Tiga kekaguman inilah yang mendorong saya hadir di Manado. Ini apresiasi kami atas implementasi pemerintah daerah di sini. Dan kami lembaga publik, memastikan juga agar BPJamsostek beroperasi semaksimal mungkin dengan menerapkan protokol kesehatan seketat mungkin,” tambahnya.

Kata dia, Pemerintah berupaya semaksimal mungkin untuk memerangi covid. Makanya pihaknya turut melayani masyarakat dengan cepat.

“Jadi saat Pemerintah Pusat melibatkan kami dalam penyaluran bantuan bagi masyarakat, makanya kami melayani dengan cepat karena masyarakat membutuhkan uang, dan uangnya digunakan untuk kegiatan ekonomi. Tapi pelayanan cepat ini tetap menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Sementara, perlindungan bagi 13 ribu pekerja BPU ini berupa perlindungan atas kecelakaan kerja dan kematian.

“Nanti perawatan akan ditanggung tanpa batas. Dan upahnya akan kami berikan.

Cacat  karena resiko kerja kita berikan santunan tunai, sementara yang meninggal karena resiko kerja kita berikan santunan kematian,” tambahnya menjelaskan.

Ditempat yang sama, Walikota Manado G.S. Vicky Lumentut menerangkan, jaminan yang diberikan kepada pekerja BPU di kota Manado ini adalah mereka para Nelayan, Petani, Sopir, Pedagang sebanyak 13 ribu yang juga terdampak Covid-19.

“Kami terus berusaha utk menjangkau lebih luas lagi, kalau dilindungi kan ada ketenangan dari resiko yang terburuk saat mereka bekerja,” katanya.

Adapun dana yang digunakan untuk iuran berasal dari APBD dan teknisnya ada di Dinas Tenaga Kerja Manado.

“Dan tentu, ini merupakan sebuah kehormatan bagi kami, sekaligus memberi motivasi agar lebih lagi memberi perhatian bagi masyarakat Kota Manado,” kata dia.

Acara ini pun dihadiri oleh Sekkot Manado Mickler Lakkat, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Manado, serta para tamu undangan yang hadir, dan tetap menerapkan protokol kesehatan.(gabby)

Categories: Ekonomi & Bisnis, Manado

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s