Tomohon – Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tomohon tinggal menghitung hari, untuk itu Ketua Komite Perjuangan Pembentukan Daerah Kota Tomohon (KP2DKT) Harry Runtuwene mengingatkan masyarakat bahwa jika kontestasi politik untuk mendapatkan kekuasaan berawal dari bujukan serta intimidasi dari yang memegang kekuasaan saat ini.
Hal uni di sampaikan Harry Runtuwene, usai deklarasi diruang Media Center Caroll-Wenny di Tomohon, Sabtu (29/11/20).
Saat media meminta konfirmasi soal perkembangan Kota Tomohon dalam kebijakan pemerintah selama beberapa tahun terakhir yang membuat masyarakat merasakan ketidakadilan pembangunan selama ini, Harry mengatakan agar masyarakat harus cerdas dan jangan terbujuk rayuan serta jangan takut di intimidasi .
” Jangan terbujuk rayuan maupun intimidasi yang terstruktur dan masif, sebab pilkada 2020 akan menjadi penentu bagi Kota Tomohon sebagai bagian dari penyelenggaraan demokrasi santun, bermartabat, agar terhindar politik kerajaan yang hanya untuk kelompok kepentingan mempertahankan kekuasaan untuk meraih keuntungan dari rakyat”, Tegas Harry.
Dikesempatan yang sama Keis Kainde salah satu perintis Tomohon turut menegaskan agar masyarakat Tomohon lebih jeli melihat masa depan hingga perlu adanya perubahan.
” Tomohon butuh perbahan kepemimpinan, dan perubahan yang dimaksud adalah pemimpin yang berasal dari kelompok yang berbeda dari saat ini hingga barbagai soal kepentingan masyarakat bisa terjawab”, ucap kainde.
Diakhir wawancara, Kainde berharap bahkan menghimbau kepada masyarakat agar gunakan hak pilih dengan sebaik baiknya, jangan salah tentukan sikap dan pilihan agar tidak kecewa sampai 30 tahun kedepan. (Red/*Novita)
