Minahasa Selatan

Pemkab Minsel Terima Bantuan 500 Juta dari Kepala BNPB

Minsel – Melihat langsung proses tahapan penanganan pengungsi paskah bencana semuanya sesuai prosedur,
serta  menyaksikan  dampak, lokasi terjadinya bencana, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, Jumat, (16/6/22)  kunjungi Minsel.

Ini merupakan respons cepat penanganan darurat dampak bencana tenggelamnya kurang lebih 41 rumah warga, jalan,  jembatan Ranowangko II serta fasilitas umum lainnya, di pantai Bolevard Amurang, Rabu (15/06) lalu.

Suharyanto, kehadiran kami untuk  melihat langsung serta memastikan tahap-tahap penanganan bencana ini berjalan sebagaimana mestinya,” ungkap orang no. I di BNPB, saat berkunjung ke posko pengungsian yang terletak di BPU Kelurahan Lewet.

Dalam pantauannya, Surharyanto, kepada sejumlah awak media menyatakan apresiasinya, kepada pemerintah kabupaten Minahasa selatan, dalam melaksanakan proses penanganan tahap awal, dimana menurutnya, sudah sesuai dengan prosedur.
Sembari, menyatakan kalau  tanggap darurat ini berlangsung  selama dua pekan, pasca bencana.

Pada fase ini juga, Pemerintah Pusat, pemerintah daerah, TNI Polri, BMKG, BPN/ATR dan semua kementerian lembaga terkait memastikan keselamatan rakyat menjadi prioritas utama, tambahnya.

Suharyanto, yang datang bersama sejumlah institusi lainya juga, memastikan warga yang kehilangan rumah akibat bencana, akan di relokasi. Lahannya, sementara disiapkan Kementerian BPN/ATR. Tegas bintang tiga ini.

“Di tempat ini ada pengungsi sekitar 133 kepala keluarga, 353 jiwa,  yang terpaksa mengungsi, karena kurang lebih 41 rumah mereka habis tengelam,” urai Suharyanto usai menyerahkan simbolis bantuan logistik dan DSP. Bahkan laporan hingga pagi tadi masih juga ada.

“Kami sudah meninjau langsung ke lapangan dan memang kondisinya masih belum aman. Tapi atas kesigapan dari pemerintah daerah aparat TNI-POLRI di sana sudah dijaga mudah-mudahan dalam masa tanggap darurat ini bisaa teratasi,” pintanya.

Kemudian, dalam waktu yang tidak terlalu lama, kemungkinan Selasa mendatang, akan berkumpul di kementerian PMK semua kementerian dan lembaga terkait untuk melakukan langkah-langkah selanjutnya.

Setelah tahap tanggap darurat selesai diperkirakan dua Minggu dan tidak ada lagi ketambahan daftar pengungsi dan sudah jelas terdata rumah yang harus direlokasi, rumah yang harus dibangun kembali, rumah masyarakat maka dengan begitu selesai sudah tahap tanggap darurat.

Setelah pasca tahap tanggap darurat selesai masuk tahap pra rehabilitasi. Pada tahap ini akan dilaksanakan pendataan-pendataan masyarakat yang terdampak dan layak mendapatkan relokasi.

“Nanti masyarakat yang rumahnya hilang, itu akan dipindahkan sudah disiapkan beberapa lahan oleh kementerian ATR, tapi bekerjasama dengan pemerintah daerah. Mereka ini dapat diyakinkan untuk mendapat tempat tinggal yang baru oleh pemerintah,” jamin Suharyanto.

Sementara itu, adanya pertanyaan soal penyebab terjadinya bencana, oleh media,  Kepala BNPB menyatakan pihaknya,  belum bisa memastikan apa penyebab terjadinya peristiwa bencana tersebut.

“Kami belum bisa menjawab apakah disebabkan abrasi apalagi likuafaksi karena kejadiannya kan tidak didahului dengan fenomena alam. Perlu kajian yang lebih dalam,” jawabnya.

Saya datang ke sini dengan BMKG, PUPR ini belum bisa menentukan  penyebabnya. Ya mungkin bisa abrasi. Tapi kalau likuafaksi tidak,” tegasnya

“Nanti, setelah tanggap darurat ada tim di bawah komando, Kementerian PMK yang akan segera datang ke sini mencari penyebabnya. Tentu saja ini memerlukan ilmu pengetahuan dan teknologi, ” tuturnya lagi.

Dalam melakukan peninjauan kelokasi bencana, Kepala BNPB dan rombongan yang langsung didampingi Bupati Minsel, Franky Wongkar, juga menyalurkan bantuan tanggap darurat sebesar Rp500.000,000,- (lima ratus juta rupiah)

“Kami menyiapkan dana 500 juta dan logistik. Nanti akan dikaji terus sesuai kebutuhan. Nanti pada tahap rehabilitasi mungkin lebih besar lagi karena ada relokasi rumah,” rinciannya.

Untuk anggaran relokasi, sesuai dengan keputusan pemerintah mendapat rumah tipe 36 .

Sembari, mencontohkan berbagai tempat yang pernah terjadi bencana, pihaknya menepis pertanyaan berapa jumlah yang nantinya di berikan. “” Tidak ada batasan anggaran.” Relokasi yang harus cepat. Makanya pemerintah daerah pak Bupati terus berkoordinasi, supaya segera ditentukan lokasi relokasi yang clean and clear tidak ada sengketa, tidak ada masalah hukum dan memang lahan itu adalah milik negara,” pintanya.

Bupati Minsel Franky Wongkar, menyatakan pihaknya, akan melakukan upaya persuasif dengan masyarakat terdampak.

Jadi pemerintah daerah akan melakukan komunikasi dan memberi tahu tentang resiko. Sehingga masyarakat sadar, dan mau untuk direlokasi,” kata Bupati.

Meski begitu, mengenai rencana pemanfaatan lahan, relokasi tersebut, masih akan dibicarakan dengan BPN/ATR untuk mencari lokasi yang tepat.

Terpisah, sebelumnya Bupati Minsel, Franky Wongkar, sudah mendatangi langsung Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kamis (16/06) kemarin.

Bupati saat itu, diterima langsung Deputi III BNPB mayjen TNI Fajar Setiawan. Bupati pun, melaporkan secara langsung sekaligus menyampaikan proposal penanggulangan bencana tersebut. Puji Tuhan syukur Alhamdulillah, BNPB pun langsung merespon. Respon cepat itu diwujudkan melalui kedatangan langsung Kepala BNPB untuk melihat secara langsung dampak bencana tersebut. (Christian Ngau)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s