Didampingi Martina Lengkong, Pengrajin Tenun Minahasa Terima Bantuan ATBM dari Dekranasda Sulut

Unknown's avatar
banner 120x600

SULUTNEWSTV.com – Dukungan nyata terhadap pengembangan industri kerajinan lokal kembali ditunjukkan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulawesi Utara.

Melalui program pembinaan Industri Kecil dan Menengah (IKM), Dekranasda Sulut menyerahkan bantuan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) kepada kelompok pengrajin binaan, termasuk salah satu kelompok pengrajin di Kabupaten Minahasa.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Dekranasda Provinsi Sulawesi Utara, Anik Yulius Selvanus, kepada para penerima manfaat.

Penyerahan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat kapasitas produksi para pengrajin tenun tradisional agar mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil karya mereka.

Ketua Dekranasda Minahasa, Martina Dondokambey Lengkong, yang hadir dalam kegiatan tersebut dan mendampingi langsung pengrajin penerima bantuan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian yang diberikan Dekranasda Sulut kepada para pelaku IKM di daerah.

Menurutnya, bantuan ATBM ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam mendukung peningkatan produktivitas, kualitas, serta daya saing para pengrajin tenun lokal, khususnya di Minahasa.

Ia menilai, keberadaan alat tenun yang memadai sangat berpengaruh terhadap kelancaran proses produksi, sekaligus menjaga kualitas hasil tenun agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Bantuan ini menjadi dorongan besar bagi para pengrajin. Dengan adanya ATBM, proses produksi bisa lebih optimal dan hasilnya pun semakin berkualitas,” ungkapnya.

Martina berharap, melalui dukungan tersebut para pelaku IKM binaan Dekranasda semakin berkembang dan mandiri secara ekonomi. Ia juga menekankan pentingnya menjaga ciri khas dan kearifan lokal dalam setiap produk tenun yang dihasilkan, sehingga memiliki nilai tambah dan identitas yang kuat di tengah persaingan pasar.

Lebih lanjut, ia optimistis potensi kerajinan daerah Minahasa dapat terus diangkat hingga menembus pasar regional maupun nasional.

Sinergi antara Dekranasda Provinsi dan Kabupaten dinilai menjadi kunci dalam membangun ekosistem industri kerajinan yang berkelanjutan. Program bantuan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada penyerahan alat semata, tetapi juga diikuti dengan pembinaan, pelatihan, serta pendampingan yang berkelanjutan.

Dengan demikian, para pengrajin tidak hanya mampu meningkatkan produksi, tetapi juga memahami strategi pemasaran dan pengembangan desain yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Langkah ini sekaligus mempertegas keseriusan Dekranasda dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Dukungan terhadap pengrajin tenun tradisional menjadi salah satu upaya konkret dalam menjaga warisan budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor kerajinan. (*ChT)

Leave a Reply

Discover more from www.sulutnewstv.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading