Wawali Richard Sualang Hadiri Giat Digitalisasi Bansos Lewat IKD di Tuminting, Manado Jadi Percontohan Nasional

Unknown's avatar
banner 120x600

SULUTNEWSTV.com, MANADO – Pemerintah Kota Manado mempercepat langkah digitalisasi penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui sosialisasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kecamatan Tuminting, Jumat (14/4/2026). Program ini menjadi bagian dari persiapan Manado sebagai salah satu daerah percontohan nasional dalam implementasi digitalisasi bansos.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Manado, dr. Richard Sualang, bersama Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Manado Erwin Kontu, Camat Tuminting Hence Patimbano, serta perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Dinas Sosial. Hadir pula para lurah, ketua lingkungan, dan pengurus posyandu.

Dalam kegiatan itu, Erwin Kontu menjelaskan bahwa Kecamatan Tuminting merupakan wilayah keempat pelaksanaan aktivasi IKD di Kota Manado. Ia menekankan pentingnya dukungan data dari perangkat kelurahan hingga lingkungan untuk memastikan akurasi sistem digital yang sedang dibangun.

Selain itu, Pemkot Manado juga memperkenalkan Sistem Pelaporan Terpadu berbasis media sosial (Sipandu) guna mempermudah masyarakat, termasuk di wilayah kepulauan, dalam menyampaikan laporan serta mengakses layanan publik.

Wakil Wali Kota Manado dr. Richard Sualang menegaskan bahwa digitalisasi bansos merupakan bagian dari program nasional yang berfokus pada transparansi dan ketepatan sasaran penerima bantuan.

“Penyaluran bantuan sosial kini dilakukan secara digital, berkaitan dengan aplikasi, internet, dan yang paling utama adalah data. Tujuannya untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan berjalan lebih lancar,” ujar Sualang.

Ia mengungkapkan, Kota Manado menjadi satu dari 41 kabupaten/kota di Indonesia yang ditunjuk sebagai pilot project digitalisasi bansos. Di Sulawesi Utara, Manado menjadi satu-satunya daerah yang mendapat kepercayaan tersebut.

Menurut Sualang, keberhasilan ini tidak lepas dari kinerja Disdukcapil serta kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia di Kota Manado. Untuk mendukung program tersebut, Pemkot Manado akan merekrut sekitar 2.300 agen bansos digital yang berasal dari lurah dan ketua lingkungan. Agen ini akan bertugas mendata serta memastikan masyarakat penerima bantuan telah terdaftar dalam sistem digital.

Pemkot menargetkan aktivasi IKD dan perekrutan agen rampung pada awal Mei 2026. Tahap uji coba dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026, sementara peluncuran nasional program digitalisasi bansos direncanakan pada Oktober 2026. Sualang menegaskan, pemerintah akan mengawal langsung pelaksanaan program tersebut guna memastikan berjalan optimal.

“Ini adalah kepercayaan sekaligus tanggung jawab. Kami ingin Manado menjadi contoh bagi daerah lain dalam digitalisasi bansos,” katanya. Ia juga mengingatkan pentingnya integritas dalam proses pendataan agar tidak terjadi kesalahan penyaluran bantuan.

“Dengan sistem digital, kita dorong transparansi dan keadilan sehingga bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak,” pungkasnya. Kegiatan sosialisasi ditutup dengan peninjauan langsung proses aktivasi IKD oleh Wakil Wali Kota bersama jajaran terkait.(*/gabby)

Leave a Reply

Discover more from www.sulutnewstv.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading