Digitalisasi Pembayaran di Sulut Melonjak, Transaksi QRIS Tembus Rp1,86 Triliun

Unknown's avatar
banner 120x600

SULUTNEWSTV.com, MANADO – Transformasi digital di Provinsi Sulawesi Utara menunjukkan akselerasi signifikan. Pada triwulan I 2026, nilai transaksi QRIS tercatat menembus Rp1,86 triliun dengan lebih dari 16,06 juta transaksi. Angka ini meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Tim Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Ircham Andrianto Taufick, mengatakan lonjakan tersebut mencerminkan perubahan perilaku masyarakat yang semakin adaptif terhadap transaksi non-tunai.

“Peningkatan ini menunjukkan bahwa masyarakat dan pelaku usaha di Sulawesi Utara semakin terbiasa menggunakan pembayaran digital. Ini juga menjadi peluang untuk mengoptimalkan pengelolaan keuangan daerah secara lebih efisien dan transparan,” ujar Ircham.

Untuk memastikan pertumbuhan tersebut berdampak langsung bagi masyarakat, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara bersama Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Sulut menggelar pendampingan pengisian laporan Championship P2DD 2026 pada 22–24 April 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi Bank Indonesia dalam mendorong digitalisasi sistem pembayaran di sektor publik melalui penguatan implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Digitalisasi diarahkan untuk menghadirkan layanan yang lebih cepat, transparan, dan mudah diakses.

Berbagai kanal pembayaran digital terus dikembangkan, termasuk untuk layanan Pajak Kendaraan Bermotor, Pajak Bumi dan Bangunan, retribusi daerah, hingga layanan publik lainnya. Dengan sistem ini, masyarakat dapat melakukan pembayaran secara nontunai tanpa harus mengantre.

Ircham menambahkan, digitalisasi juga memberikan dampak struktural terhadap perekonomian daerah. “Dengan sistem pembayaran yang terdigitalisasi, tingkat kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak dan retribusi meningkat. Hal ini tentu berdampak pada optimalisasi penerimaan daerah dan memperkuat kemandirian fiskal,” katanya.

Seiring dengan itu, ekosistem digital di Sulawesi Utara terus berkembang. Hingga Maret 2026, jumlah merchant QRIS telah melampaui 373 ribu dengan lebih dari 555 ribu pengguna. Angka ini diproyeksikan meningkat menjadi lebih dari 400 ribu merchant dan 640 ribu pengguna hingga akhir 2026.

Pertumbuhan tersebut menegaskan bahwa digitalisasi pembayaran telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat dan pelaku usaha di Sulawesi Utara, sekaligus menjadi pilar penting dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan.(*/gabby)

Leave a Reply

Discover more from www.sulutnewstv.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading