SULUTNEWSTV.com, MANADO — Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, permintaan hewan kurban di wilayah Manado dan sekitarnya mulai mengalami peningkatan. Para pedagang sapi mengaku orderan mulai ramai sejak awal Mei 2026, baik dari masyarakat umum, pengurus masjid, hingga instansi pemerintah dan swasta.
Salah satu pedagang sapi di Manado, Joko Sugianto, mengatakan permintaan hewan kurban tahun ini terbilang cukup tinggi dibanding hari biasa. Pedagang yang berdomisili di Desa Mapanget, Kecamatan Talawaan, Minahasa Utara itu mengaku sudah menjual puluhan ekor sapi.
“Alhamdulillah sudah mulai banyak, dari beberapa masjid, perkantoran, dan orang-orang proyek,” ujar pria yang akrab disapa Sugi, Rabu (13/5/2026).
Menurut Sugi, hingga saat ini sekitar 50 ekor sapi miliknya telah terjual. Bahkan, masih ada permintaan tambahan sekitar 60 ekor yang terus berdatangan menjelang Iduladha.
“Kalau yang permintaan mungkin masih sekitar ada 60 ekor,” katanya. Ia menjelaskan, sapi lokal masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk hewan kurban. Jenis sapi Bali dan Sumba paling banyak diminati karena dinilai memiliki kualitas daging yang baik dengan harga yang lebih terjangkau.
“Jenis Bali itu yang paling banyak. Tapi di kita sapinya lengkap, ada becan, Bali, Sumba, limosin ada semua,” tuturnya. Sementara itu, sapi impor seperti limosin dan simental umumnya dibeli untuk kebutuhan bantuan kurban dari perusahaan atau instansi tertentu.
Sugi menambahkan, sapi yang telah dibeli biasanya tetap dititipkan di kandang hingga mendekati hari penyembelihan. Para pedagang akan memastikan kondisi hewan tetap sehat dan layak untuk kurban.
“Biasanya pembeli titip ke kita dulu. Kita rawat, beri pakan, jaga kesehatannya supaya sapi kurban sehat saat hari-h,” jelasnya. Diketahui, Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada 17 Mei 2026. Meski demikian, penetapan resmi tetap menunggu hasil Sidang Isbat Kementerian Agama RI.(*/gabby)



















