SULUTNEWSTV.com, MANADO — PT InJourney Airports melalui Regional V menggelar latihan penanggulangan keadaan darurat atau Airport Emergency Exercise di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Kamis(21/5/2026). Kegiatan ini melibatkan sebanyak 508 personel dari berbagai instansi dan stakeholder guna memastikan kesiapan penanganan insiden penerbangan di kawasan bandara.
CEO Regional V Handy Heryudhitiawan mengatakan latihan tersebut merupakan agenda rutin yang wajib dilakukan seluruh bandara yang dikelola perusahaan, termasuk Bandara Sam Ratulangi Manado yang beroperasi selama 24 jam.
“Ini adalah latihan penanggulangan keadaan darurat yang melibatkan seluruh ekosistem bandara dan stakeholder terkait. Bandara harus siap 24 jam, termasuk apabila ada pesawat yang bukan bertujuan ke Manado namun harus melakukan pendaratan darurat di sini,” ujar Handy.
Dalam simulasi tersebut, berbagai unsur dilibatkan mulai dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, petugas pemadam kebakaran bandara, Aviation Security, hingga rumah sakit rujukan di Sulawesi Utara. Seluruh prosedur penanganan keadaan darurat diuji secara langsung di lapangan, termasuk kecepatan koordinasi antarinstansi dan waktu respons kedatangan bantuan.
Menurut Handy, latihan ini juga menjadi sarana evaluasi terhadap dokumen prosedur, kesiapan fasilitas, hingga pembaruan data personel dan kontak setiap instansi yang terlibat.
“Semua prosedur dicek satu per satu. Kalau ada yang berubah, baik personel maupun nomor kontak, harus segera direvisi agar saat kondisi darurat terjadi seluruh koordinasi berjalan cepat dan tepat,” katanya.
Ia menjelaskan, Bandara Sam Ratulangi juga harus memastikan kesiapan dalam melayani pesawat berbadan lebar seperti Airbus A330, termasuk perhitungan kapasitas penumpang dan fasilitas penanganan korban jika terjadi keadaan darurat.
Selain itu, kerja sama dengan rumah sakit menjadi bagian penting dalam sistem penanggulangan keadaan darurat di bandara. Hal tersebut untuk memastikan korban dapat segera mendapatkan penanganan medis secara cepat.
Simulasi yang digelar kali ini merupakan tahapan lanjutan setelah sebelumnya dilakukan latihan table top exercise. Selanjutnya, latihan serupa dijadwalkan berlangsung di Bandara Sentani Jayapura pada bulan depan.
Handy menambahkan, kondisi geografis Sulawesi Utara yang rawan gempa dan potensi bencana lainnya menjadi alasan penting kesiapsiagaan seluruh fasilitas dan personel bandara terus dijaga.
“Kami memastikan seluruh fasilitas dalam kondisi siaga. Dukungan pemerintah daerah dan seluruh stakeholder sangat luar biasa karena keselamatan penerbangan menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.(*/gabby)



















