SULUTNEWSTV.com, MANADO – Serangkaian langkah stabilisasi yang ditempuh Bank Indonesia mulai menunjukkan hasil positif. Nilai tukar rupiah menguat disertai meningkatnya aliran modal asing ke pasar keuangan domestik.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto, mengatakan penguatan tersebut merupakan dampak dari berbagai kebijakan yang diterapkan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas di tengah gejolak ekonomi global.
“Respons kebijakan dilakukan secara terukur agar kepercayaan investor tetap terjaga sekaligus memperkuat stabilitas rupiah,” katanya saat Bincang Media SENJA, Selasa (21/7/2026).
Ia menjelaskan, nilai tukar rupiah pada 20 Juli 2026 tercatat menguat menjadi Rp17.976 per dolar AS dibandingkan pekan sebelumnya. Di sisi lain, setelah kenaikan BI-Rate pada Juni 2026, aliran modal asing yang masuk mencapai Rp105 triliun, terdiri atas investasi pada SRBI dan Surat Berharga Negara.
Menurut Joko, kondisi tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia tetap tinggi meski ketidakpastian global masih berlangsung.
Bank Indonesia akan terus memperkuat kebijakan stabilisasi agar nilai tukar tetap terjaga serta mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional.(*/gabby)



















