Pegadaian Kanwil V Manado Dukung Peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional 2026 di Sulut

Unknown's avatar
banner 120x600

SULUTNEWSTV.com, TOMOHON — PT Pegadaian Kantor Wilayah V Manado turut mendukung pelaksanaan peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional (HBII) dan Pekan Tuli Internasional (PTI) 2026 di Sulawesi Utara. Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi dan kolaborasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap hak, identitas, serta budaya Tuli.

Kegiatan berlangsung di Aula Pedagogik Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Manado (UNIMA), Tomohon, Sabtu (26/9/2026), dan diikuti sekitar 130 peserta dari komunitas Tuli, juru bahasa isyarat, masyarakat umum, serta perwakilan instansi pemerintah dan swasta.

HBII 2026 mengangkat tema “Mendeklarasikan Hak Asasi Manusia untuk Tuli”, sedangkan PTI 2026 mengusung tema “Deaf Culture Is a Human Right”. Kedua tema tersebut menekankan pentingnya pengakuan terhadap hak, identitas, dan budaya Tuli, termasuk penggunaan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) sebagai bagian dari upaya menciptakan komunikasi yang setara dan inklusif.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi Pusat Bahasa Isyarat Indonesia (Pusbisindo) Sulawesi Utara, DPD Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Sulawesi Utara, dan FIPP UNIMA. Dukungan Pegadaian Kanwil V Manado diserahkan melalui prosesi yang diwakili Staf ESG Kanwil V Manado, Stanley Tiow.

Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pegadaian dalam mendukung berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih inklusif.

Dalam kesempatan terpisah, Maksum menyampaikan harapannya agar kegiatan HBII dan PTI 2026 tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat memperkuat kolaborasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk membangun ekosistem yang semakin inklusif dan berkelanjutan,” ucap Maksum.

Peringatan HBII dan PTI 2026 juga diisi dengan seminar atau pemaparan materi serta berbagai penampilan yang melibatkan komunitas Tuli dan mahasiswa Tuli.

Sejumlah penampilan yang disuguhkan antara lain drama pendek, lagu “Jangan Menyerah” dalam bahasa isyarat, serta tari yang dibawakan mahasiswa-mahasiswi Tuli Pendidikan Khusus.

BISINDO sendiri memiliki peran penting bagi komunitas Tuli, bukan hanya sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai bagian dari identitas dan budaya Tuli.

Karena itu, peningkatan pemahaman masyarakat terhadap bahasa isyarat dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam membuka akses komunikasi dan informasi yang lebih setara.

Melalui dukungan terhadap kegiatan tersebut, Pegadaian Kanwil V Manado turut mengambil bagian dalam membangun ruang kolaborasi yang menghargai keberagaman serta mendorong partisipasi masyarakat Tuli dalam bidang sosial, pendidikan, budaya, dan kemasyarakatan.

Kegiatan HBII dan PTI 2026 di Sulawesi Utara diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat bahwa identitas, budaya, bahasa isyarat, serta hak masyarakat Tuli merupakan bagian dari keberagaman dan hak asasi manusia.(*/gabby)

Leave a Reply

Discover more from www.sulutnewstv.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading