Gelar Rapat Bersama, Stakeholder Pertanian Targetkan Ekspor Jagung Hibrida Hasil Anak Bangsa

SULUTNEWSTV.com, MANADO – Untuk menghilirkan program Kementerian Pertanian di Sulawesi Utara, stakeholder bidang pertanian gelar rapat bersama dalam rangka pengembangan Kawasan Perbenihan Jagung hibrida berbasis Koporasi petani di Lagoon Hotel,Selasa(21/1).

Staf Khusus Menteri Pertanian Prof. Dr. Ir. Imam Mujahidin Fahmid, M. TDev menyebut untuk membangun pertanian moderen, membangun kerjasama dan komunikasi antara stakeholders, perlu untuk dilakukan.

Menurut Iman, tujuan pertanian moderen akan lebih mudah dicapai dengan terbangunnya komunikasi dan kerjasama sesama anak bangsa.
“Saat ini program Menteri yang paling serius adalah produksi pangan ( dari on farm ke off farm) untuk mendorong add value bagi petani,” tuturnya.

Dikatakannya pula, tugas kita adalah bangun perspektif petani saat melakukan penanaman.

“Petani harus didorong untuk tidak hanya melakukan panen benih, tapi harus lebih dari itu, sampai eksport benih. Hal ini sangat terbuka di Sulawesi Utara. Dengan potensi Sumber daya alam dan manusia yang ada di Sulawesi Utara, ketika itu kita komunikasikan dengan baik, adalah keniscayaan,”katanya.

Dirinya pun berharap, konsep korporasi Benih Jagung Hibrida berbasis ekspor, akan memenuhi kebutuhan jagung produksi dan juga untuk ekspor benih jagung. Sehingga komunikasi internal dengan eselon I lainnya seperti Badan Karantina, Balitbangtan, di Kementerian Pertanian akan lebih memantapkan program ini.

“Terbukanya peluang ekspor benih jagung hasil anak bangsa, akan menyerap tenaga kerja (TK) pertanian kedepan. Hitungan Kementerian Pertanian (Kemtan), kontribusi serapan tenaga kerja sekitar 32 juta di tahun 2024, diharapkan akan bertambah menjadi 50 juta TK pertanian terserap dengan hadirnya simpul-simpul ekspor hasil pertanian,” urainya.

“Untuk itu Sumberdaya manusia pertanian, harus di dorong kerja lebih efisien. Dengan bekerja lebih efisien, akan menekan loses dari 12 persen menjadi 5 persen. Dan Kementan targetkan, pertumbuhan sekitar 7 persen. Di tahun 2019 investasi kementerian pertanian sekitar 54 triliun dan diharapkan pada tahun 2024 sekitar 200 triliun,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Direktur perbenihan Kemtan Dr.Takdir Mulyadi mengatakan tahun 2019 program korporasi perbenihan ada 1.075 ha di seluruh Indonesia (Selindo) dan diselenggarakan 100 persen, masing-masing di Lima Provinsi, termasuk di Sulawesi Utara.

“Tentunya, menjadi harapan kita bersama akan mensubtitusi impor, dan bisa melakukan ekspor, walau masih skala kecil. Karena itu, jagung hibrida, tidak boleh impor lagi, kecuali tetuanya. Ini menjadi potensi baik dihadapi dengan bangun kerjasama dengan stakeholder untuk bersama mendampingi program ini,” kata Takdir.

Lanjutnya, kita mesti optimis, di Sulawesi Utara harus ekspor benih jagung di tahun 2020, tidak harus menunggu tahun 2024.
Dan tentunya dengan mengikuti prosedur dan aturan yang ada, serta proses produksi dari hulu sampai hilirnya.

“Dengan teknik dan proses produksi serta teknik pengemasan, sesuai dengan persyaratan perbenihan, akan mengugah negara penerima sehingga tertarik menjadi konsumen benih produk anak bangsa,” tandasnya.

BPTP Balitbangtan di Sulawesi Utara Dr.Yusuf,MP. menambah, sebagai UPT Kementerian Pertanian di Daerah dan sebagai sumber inovasi teknologi hasil-hasil Balitbangtan, BPTP Sulawesi Utara, siap mengamankan program Kemtan yang ada di Sulawesi Utara.

“Tentunya terkait dengan diseminasi inovasi teknologi pertanian yang bertalian dengan produksi benih jagung dan tanaman pertanian lainnya. Kita siap dengan peneliti dan penyuluh untuk melakukan pendampingan kegiatan ini,” tuturnya.

Sementara Dekan Fakultasi Pertanian Prof.Dr. Robert Molenar, MSc. sangat menyambut baik program ini, karena menurutnya dengan program ini pertanian yang lebih modern dan berorientasi ekspor akan lebih baik lagi ketika kita kolaborasikan dengan perguruan tinggi.

“Hal itu pun akan semakin terarah karena sudah ada MoU dengan badan litbang Pertanian dan Unsrat serta dinas Pertanian dan peternakan akan lebih memantapkan program pengembangan perbenihan orietasi ekspor di Sulawesi Utara,” ujarnya.

Diketahui, setelah pertemuan tersebut, stakeholder pertanian melakukan rapat bersama dengan staf ahli Kemtan, di tindak lanjuti dengan pertemuan pemantapan target optimisme ekspor jagung hibrida hasil anak bangsa, yang dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Ir. Novli Wowiling, MSi.

Dalam pertemuan itu juga, dibahas tentang perencanaan perbenihan 500 ha di tahun 2020, dan pemantapan untuk melakukan ekspor di tahun 2020, dengan materi yanh dibawakan oleh Kepala Balai Karantina Kelas I Manado, Ir. Junaidi, M.M.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyusunan peta jalan menuju ekspor benih jagung hibrida yang di patok pada April 2020. Dalam penyusunan peta jalan tersebut diharapkan Direktur Perbenihan agar step by step kegiatan yang telah diagendakan agar terus di komunikasikan via media Whats Apps yang telah dibangun oleh tim perbenihan dari Kementerian Pertanian.

Kemudian dilanjutkan dengan melakukan tinjau lokasi di blok Minahasa yang dipersiapkan panen pada bulan Pebruari dan melihat potensi lahan pihak perguruan tinggi di yang berlokasi di kota Tomohon dan areal yang sedang melakukan penanaman di perkebunan Wawo kota Tomohon.(gabby)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s