BRI RO Manado Dorong Penyaluran KUR dan Pemberdayaan UMKM

Unknown's avatar
banner 120x600

SULUTNEWSTV.com, Manado — Bank Rakyat Indonesia (BRI) Regional Office (RO) Manado terus mendorong penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta pemberdayaan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) guna menggerakkan perekonomian di Sulawesi Utara dan wilayah kerja sekitarnya.

Regional Mikro Banking Head RO Manado, Rizky Andhika, mengatakan target penyaluran KUR hingga Desember 2026 di wilayah RO Manado mencapai Rp4,674 triliun untuk KUR Mikro dan Rp751 miliar untuk KUR Kecil. Menurutnya, pembiayaan KUR menjadi solusi akses modal yang mudah dan terjangkau bagi masyarakat.

“Penyaluran kredit KUR memberikan akses permodalan yang mudah dan murah bagi UMKM, sehingga ketergantungan masyarakat terhadap lembaga keuangan informal dapat berkurang,” ujar Rizky Andhika, Senin(11/5/2026).

Ia menjelaskan, jaringan kerja BRI yang tersebar hingga pelosok desa dan kepulauan menjadi salah satu kekuatan dalam memperluas akses layanan keuangan kepada masyarakat. Saat ini, RO Manado didukung 20 kantor cabang, 16 kantor cabang pembantu, 203 BRI Unit, 12.743 agen BRILink, 572 EDC merchant, 102 ATM/CRM, dan lebih dari 36 ribu QRIS BRI yang tersebar di wilayah kerja.

Namun demikian, Rizky mengakui terdapat sejumlah tantangan dalam penyaluran kredit di wilayah RO Manado. Salah satunya tingginya Loan to Deposit Ratio (LDR).

Selain itu, kualitas kredit atau Non Performing Loan (NPL) KUR juga masih berada di atas ambang batas tiga persen. Per 31 Maret 2026, NPL KUR Mikro tercatat sebesar 5,05 persen, sementara KUR Kecil mencapai 5,09 persen.

“Tantangan lainnya adalah edukasi pembiayaan usaha dan inklusi keuangan kepada masyarakat di wilayah pelosok dan pegunungan, termasuk keterbatasan penetrasi internet di daerah tertentu,” katanya.

Menurut Rizky, kondisi geografis wilayah kepulauan di Sulawesi Utara juga menjadi tantangan tersendiri bagi tenaga pemasar BRI dalam menjangkau masyarakat.

Dalam upaya meningkatkan pembiayaan UMKM, BRI RO Manado juga melakukan pemetaan komoditas dan sektor unggulan di sejumlah daerah. Untuk Area Manado, fokus pengembangan diarahkan pada sektor pertanian dan perkebunan seperti cengkeh, pala, dan kopra, serta sektor perikanan dan kelautan. Sementara di Gorontalo fokus pada jagung dan padi sawah, serta di Area Palu pada kopi, kakao, durian, dan pertanian padi sawah.

Selain pembiayaan, BRI juga menjalankan berbagai program pemberdayaan UMKM melalui program klaster usaha, platform LinkUMKM, Rumah BUMN, hingga Program Desa BRILian. Rizky menyebutkan, program tersebut mencakup pelatihan usaha, business matching, literasi keuangan, pendampingan digitalisasi, hingga bantuan akses pemasaran melalui marketplace.

“Masih banyak UMKM yang melek digital namun penggunaannya baru sebatas WhatsApp Business dan Instagram. Karena itu kami terus mendorong peningkatan kapasitas dan digitalisasi agar UMKM bisa naik kelas,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan daya saing UMKM juga dilakukan melalui pelatihan branding produk, sertifikasi halal, akses pembiayaan, hingga pendampingan onboarding marketplace dan ekspor.(*/gabby)

Leave a Reply

Discover more from www.sulutnewstv.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading