Dipercayakan Kembali Ketua PMI Minut, Berikut Capaian Kristi Arina Jabat Palang Merah Indonesia

Unknown's avatar
banner 120x600

Minut- Dr. Kristi Karla Arina, SE, MM, kembali terpilih sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Minahasa Utara (Minut) untuk periode 2026-2031, usai mendapat dukungan penuh dari 10 kecamatan dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) V PMI Minut yang digelar di Gora Park Kolongan, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara, Jumat (22/5/2026).

Pemilihan tersebut berlangsung dalam sidang yang dipimpin dr. Harol Sepang, sekaligus menjadi bagian dari agenda Pelantikan Pengurus PMI Kecamatan se-Kabupaten Minahasa Utara untuk masa bakti 2026-2031.

Kegiatan ini dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Dinas Kesehatan Minahasa Utara Drs.Allan Mingkid, Camat Kalawat, jajaran pengurus PMI Provinsi Sulawesi Utara, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sulawesi Utara Kolonel CKM (Purn.) dr. Fredik P. Demmassabu, pengurus PMI Kabupaten Minahasa Utara, relawan, tenaga kesehatan, serta tamu undangan lainnya.

Pelaksanaan Muskab V PMI Minut menjadi momentum strategis untuk memperkuat struktur organisasi PMI sekaligus meningkatkan pelayanan kemanusiaan di seluruh wilayah Minahasa Utara.

Dalam agenda tersebut, dilakukan pembacaan sekaligus pengesahan Surat Keputusan Nomor 01/SK/PMI-MINUT/5/2026 tentang kepengurusan PMI Kecamatan se-Kabupaten Minahasa Utara untuk masa bakti 2026-2031.

Keputusan ini mengacu pada hasil konsolidasi organisasi PMI serta dasar hukum yang berlaku, di antaranya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018, Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2019, serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PMI.

Pengesahan pengurus kecamatan ini diharapkan dapat memperkuat pelayanan sosial, penanggulangan bencana, donor darah, serta edukasi kesehatan masyarakat hingga ke tingkat kecamatan.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Minahasa Utara, Allan Mingkid, menegaskan pentingnya sinergi antara PMI, pemerintah daerah, puskesmas, dan masyarakat dalam mendukung peningkatan pelayanan kesehatan.

Ia menyoroti masih tingginya kasus penyakit tidak menular, seperti hipertensi, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan gratis, aktivasi BPJS, dan edukasi kesehatan yang harus terus digencarkan hingga ke desa-desa.

“Kami meminta dukungan dari pengurus PMI Kecamatan agar aktif mengedukasi masyarakat untuk memanfaatkan pemeriksaan kesehatan gratis di puskesmas, menjaga kesehatan, serta memahami pentingnya layanan kesehatan sejak dini,” ujar Allan Mingkid.

Selain sektor kesehatan, Allan juga menekankan perlunya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Minahasa Utara, seperti curah hujan tinggi, banjir, dan potensi tanah bergerak.

Sementara itu, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sulawesi Utara Kolonel CKM (Purn.) dr. Fredik P. Demmassabu memberikan apresiasi terhadap perkembangan PMI Minahasa Utara yang dinilai semakin baik, baik dari sisi organisasi, relawan, pelayanan sosial, hingga penguatan koordinasi kemanusiaan.

Muskab V PMI Minut dinilai menjadi forum penting lima tahunan dalam menentukan arah kebijakan organisasi, sekaligus memilih kepengurusan yang mampu membawa PMI semakin profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“PMI harus terus hadir sebagai organisasi kemanusiaan yang solid, terstruktur, dan mampu berkolaborasi dengan pemerintah dalam pelayanan bencana, donor darah, serta kebutuhan sosial masyarakat,” tutur Demmassabu.

Dalam laporan pertanggungjawaban, Ketua PMI Minut Periode 2021-2026 Dr. Kristi Karla Arina, SE., MM., memaparkan berbagai capaian selama periode 2021-2026.

Gambaran Umum
Unit Donor Darah PMI Kabupaten Minahasa Utara adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan seluruh rangkaian pelayanan darah, mulai dari rekrutmen donor, seleksi, pengambilan darah, pemeriksaan laboratorium, pengolahan komponen darah, penyimpanan, hingga distribusi ke rumah sakit dan fasilitas kesehatan. UDD hadir untuk menjamin ketersediaan darah yang aman, berkualitas, dan mudah diakses masyarakat. Pelayanan berpedoman pada prinsip keselamatan pasien, mutu pelayanan, dan pemenuhan standar pelayanan darah nasional. UDD juga mendukung program pemerintah dalam menurunkan angka kematian akibat keterlambatan transfusi, khususnya pada kasus kegawatdaruratan, operasi, anemia berat, thalassemia, perdarahan obstetri, dan penyakit lain yang membutuhkan transfusi.

Ketenagaan
Pelayanan darah dijalankan oleh tenaga kesehatan dan teknis yang memiliki kompetensi di bidang transfusi darah. Pada periode 2021 hingga 2026 UDD menambah tenaga dokter, teknis, dan administrasi sesuai kebutuhan. Susunan personil saat ini meliputi 1 Dokter Penanggung Jawab merangkap Kepala UDD, 1 Dokter Umum sebagai Wakil Kepala UDD, 3 Teknisi Pelayanan Darah, 3 ATLM atau Analis Laboratorium, 3 Perawat, 3 Tenaga Administrasi, 2 Petugas Rekrutmen Donor yang juga menangani P2D2S, Humas, dan Media, serta 1 Driver untuk operasional Mobile Unit. Total jumlah personil adalah 16 orang. Ketersediaan SDM menjadi faktor utama dalam menjaga mutu pelayanan, namun tantangan yang dihadapi adalah jumlah tenaga teknis masih terbatas dibanding peningkatan kebutuhan darah. Karena itu peningkatan kompetensi melalui pelatihan berkala dan penguatan kapasitas SDM menjadi kebutuhan penting dalam pengembangan UDD.

Sarana dan Peralatan
Dalam kurun 2021 sampai 2026 UDD menambah sejumlah peralatan standar pelayanan darah. Peralatan yang diperoleh meliputi 1 unit Dry Incubator dan 1 unit Hand Sealer dari PMI, 1 unit HISCL-800 untuk uji saring IMLTD metode CHLIA melalui skema KSO, serta 1 unit Sorval BP-8 Refrigerated Centrifuge untuk pemisahan komponen darah yang juga bersumber dari PMI. Seluruh peralatan harus memenuhi standar kalibrasi, validasi, dan pemeliharaan berkala sesuai standar pelayanan transfusi darah. Ketersediaan alat yang memadai sangat menentukan kualitas darah dan keselamatan pasien.

Jejaring dan Kerja Sama Pelayanan

UDD menjalin kerja sama dengan berbagai rumah sakit di Sulawesi Utara untuk mendukung distribusi darah dan mempercepat pelayanan pasien. Mitra kerja sama meliputi RSUD Maria Walanda Maramis, RS Hermana Lembean, RS GMIM Tonsea, RS Hermina, RS Awaloei Manado, dan RS Siloam Pal 2 dalam bentuk KSO Pelayanan Darah. Sementara RS Siloam Sam Ratulangi, RS Awaloei Tateli, dan RS Sentra Medika bekerja sama dalam bentuk KSO Bank Darah. Jejaring ini menjadi bagian penting untuk menjamin kontinuitas distribusi darah dan mendukung sistem rujukan kesehatan di wilayah tersebut.
Kegiatan Pelayanan Donor Darah
Kegiatan donor darah baik melalui Mobil Unit maupun di UDD menunjukkan peningkatan signifikan pada periode 2021 hingga 2026. Total donasi darah yang terkumpul mencapai 18.476 kantong, atau naik rata-rata 281 persen dibanding periode 2016 sampai 2020 yang berjumlah 4.161 kantong. Rinciannya, tahun 2021 terkumpul 1.587 kantong, tahun 2022 sebanyak 2.227 kantong, tahun 2023 sebanyak 3.457 kantong, tahun 2024 sebanyak 5.605 kantong, dan tahun 2025 sebanyak 5.600 kantong. Peningkatan ini menunjukkan semakin tingginya partisipasi donor sukarela dan efektivitas kegiatan rekrutmen donor.

Pengembangan SDM

Untuk menjaga mutu pelayanan, UDD secara rutin mengirimkan personil mengikuti pelatihan dan bimtek. Kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain Pelatihan Dokter Transfusi Darah pada 2021 diikuti 1 orang, Pelatihan Pembuatan SPO pada 2022 diikuti 1 orang, Pelatihan Manajemen Kepegawaian pada 2023 diikuti 1 orang, Bimtek Akreditasi UTD pada 2023 sampai 2025 diikuti seluruh staff, Pelatihan BHD pada 2024 diikuti 8 orang, Pelatihan Uji Saring Metode CHLIA pada 2025 diikuti 4 orang, dan Pelatihan Pengolahan Komponen Darah pada 2026 diikuti 1 orang.
Secara keseluruhan, UDD PMI Kabupaten Minahasa Utara terus memperkuat aspek ketenagaan, sarana, jejaring, dan kapasitas SDM untuk memastikan pelayanan darah yang aman, cepat, dan sesuai standar nasional.


Dalam sambutan penutup, Dr. Kristi Karla Arina mengajak seluruh pengurus baru PMI untuk menjalankan amanah organisasi dengan tanggung jawab, semangat pengabdian, dan ketulusan hati.

Kristi menegaskan bahwa PMI bukan sekadar organisasi sosial, tetapi wadah kemanusiaan yang harus hadir sebelum, saat, dan setelah bencana maupun kondisi darurat sosial terjadi.

“PMI hadir bukan hanya saat bencana terjadi, tetapi harus hadir lebih dulu melalui edukasi, pencegahan, dan pelayanan kepada masyarakat. Mari kita melayani dengan hati, penuh keikhlasan, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,” ungkap Kristi.

Melalui pelantikan pengurus kecamatan dan pelaksanaan Muskab V ini, PMI Minahasa Utara diharapkan semakin solid dalam memperkuat pelayanan kemanusiaan, kesehatan, donor darah, serta kesiapsiagaan bencana di seluruh wilayah Minahasa Utara. Dengan sinergi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat, PMI Minut diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam misi sosial dan kemanusiaan. (*Mrio)

Leave a Reply

Discover more from www.sulutnewstv.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading