SULUTNEWSTV.com, MANADO – BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Manado tidak hanya melakukan monitoring dan evaluasi kinerja Agen Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai), tetapi juga memberikan pelatihan peningkatan kapasitas kepada para agen dalam kegiatan yang berlangsung di Hotel Ibis Manado, Rabu (17/6/2026).
Pelatihan tersebut menghadirkan pembicara Devis Oktavianus Pinontoan, S.Pd.K, M.Pd, C.CS sebagai narasumber yang membekali para agen Perisai dengan keterampilan komunikasi efektif, khususnya dalam menyampaikan informasi dan manfaat program-program BPJS Ketenagakerjaan kepada masyarakat.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sulawesi Utara dr. Maulana Anshari Siregar mengatakan kemampuan komunikasi menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Menurutnya, agen Perisai merupakan ujung tombak BPJS Ketenagakerjaan yang berhadapan langsung dengan pekerja, terutama di sektor informal. Karena itu, selain mengejar target kepesertaan, para agen juga harus mampu memberikan edukasi yang benar dan mudah dipahami oleh calon peserta.
“Agen Perisai bukan hanya bertugas merekrut peserta, tetapi juga menjadi agen edukasi yang mampu menjelaskan manfaat program, besaran iuran, hingga perlindungan yang diperoleh peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kemampuan berkomunikasi yang baik sangat diperlukan agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pekerja sektor informal memiliki karakteristik yang beragam sehingga pendekatan komunikasi yang tepat menjadi kunci keberhasilan dalam memperluas cakupan kepesertaan.
Melalui pelatihan tersebut, para agen Perisai dibimbing untuk memahami teknik komunikasi persuasif, membangun kepercayaan calon peserta, serta menyampaikan manfaat program secara sederhana namun efektif.
Dirinya berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan agen Perisai dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, termasuk program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), hingga Jaminan Hari Tua (JHT).
“Kami ingin agen Perisai tidak hanya mampu menawarkan program, tetapi juga mampu menjelaskan nilai manfaat yang diterima peserta. Ketika masyarakat memahami manfaatnya, maka kesadaran untuk menjadi peserta akan semakin meningkat,” katanya.
Dirinya juga berharap kegiatan monitoring, evaluasi dan pelatihan ini diharapkan mampu memperkuat peran agen Perisai sebagai mitra strategis BPJS Ketenagakerjaan dalam memperluas perlindungan bagi seluruh pekerja di Sulawesi Utara. “Khususnya pekerja sektor informal yang masih memiliki potensi besar untuk menjadi peserta,” kuncinya.(*/gabby)



















