Andrei Angouw Evaluasi Sistem Persampahan, Tekankan SPA Tak Jadi Tempat Penumpukan Sampah

Unknown's avatar
banner 120x600

SULUTNEWSTV.com, MANADO – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado mulai mengevaluasi secara menyeluruh sistem pengelolaan persampahan dari tingkat kelurahan hingga Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sumompo. Evaluasi ini dilakukan melalui rapat teknis yang dipimpin Wali Kota Manado Andrei Angouw bersama Wakil Wali Kota dr. Richard Sualang di Ruang Rapat Toar Lumimuut, Kantor Wali Kota Manado, Jumat (17/7/2026).

Rapat tersebut diikuti seluruh camat se-Kota Manado serta dihadiri Sekretaris Kota Manado dr. Steaven Dandel, M.Ph., Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pontowuisang Kakauhe, dan Kepala Dinas Kominfo Yanti Mongkauw.

Dalam rapat, Wali Kota Andrei Angouw menekankan pentingnya pembenahan sistem pengangkutan sampah agar prosesnya berjalan lebih efektif, mulai dari pengambilan sampah di rumah warga menggunakan motor sampah, perpindahan di Stasiun Peralihan Antar (SPA), hingga pengangkutan ke TPA Sumompo menggunakan truk sampah.

Menurut Andrei, SPA harus difungsikan sebagai titik perpindahan sampah, bukan menjadi lokasi penumpukan yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan.

“Spiritnya adalah di SPA terjadi perpindahan sampah dari motor sampah ke truk. Jangan sampai sampah tertahan satu atau dua hari di SPA karena akan menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu lingkungan sekitar. Harus ada standar operasional agar fungsi SPA benar-benar hanya sebagai proses peralihan,” tegas Andrei.

Untuk mendukung perbaikan sistem tersebut, Wali Kota meminta seluruh camat menyampaikan data rinci mengenai jumlah motor sampah di setiap kelurahan, cakupan wilayah pelayanan, hingga jarak tempuh dari lingkungan warga menuju SPA dan dari SPA menuju titik pengangkutan truk.

Data tersebut akan menjadi dasar analisis Pemkot Manado dalam memetakan berbagai kendala di lapangan sekaligus menyusun sistem pengangkutan sampah yang lebih efisien.

Selain itu, para camat juga diminta memaparkan kondisi armada dan sumber daya manusia di wilayah masing-masing, mulai dari jumlah truk sampah yang beroperasi, sopir, kenek, hingga tenaga pengangkut sampah.

Andrei juga menyoroti perlunya kesesuaian antara jumlah penduduk di setiap kecamatan dengan kapasitas armada dan petugas kebersihan yang tersedia. Langkah itu dinilai penting untuk memastikan distribusi pelayanan kebersihan berjalan optimal.

“Kita perlu tahu pasti berapa jumlah motor sampah di tiap kelurahan dan seberapa jauh jangkauannya. Ini akan dianalisis agar setiap permasalahan di lapangan dapat terdeteksi dan segera dicarikan solusinya,” ujarnya.

Melalui evaluasi ini, Pemkot Manado menargetkan terciptanya sistem pengelolaan persampahan yang lebih cepat, terintegrasi, dan ramah lingkungan, sehingga pelayanan kebersihan kepada masyarakat dapat semakin optimal sekaligus mendukung terwujudnya Manado yang bersih, nyaman, dan berkelanjutan.(*/gabby)

Leave a Reply