SULUTNEWSTV.com, MANADO – Pemerintah Kota Manado memperkuat sistem kebersihan melalui evaluasi langsung terhadap kondisi di setiap Kecamatan. Walikota Manado Andrei Angouw kembali menggelar pembahasan khusus bersama jajaran Kecamatan Tikala, Kecamatan Bunaken, dan Kecamatan Bunaken Kepulauan untuk memastikan penanganan sampah berjalan efektif dan efisien. Pembahasan tersebut berlangsung di ruang kerja Walikota Manado, Jumat (24/07/26), didampingi Sekretaris Daerah Kota Manado dr. Steaven Dandel, M.Ph.
Dalam pertemuan tersebut, Walikota mengevaluasi berbagai aspek penanganan kebersihan, mulai dari kondisi lingkungan, sistem pengangkutan sampah, ketersediaan armada, hingga jumlah personel yang bertugas menjaga kebersihan wilayah.
Hadir dalam rapat tersebut Camat Tikala Sandry Mozes, Camat Bunaken Heri Anwar, serta Camat Bunaken Kepulauan Imanuel Mandak. Masing – masing Camat turut didampingi kepala seksi yang menangani urusan kebersihan. Selain itu, hadir pula Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Manado Denny Sangkaeng bersama jajaran teknis terkait.
Salah satu perhatian utama Walikota adalah memastikan kesesuaian antara kebutuhan di lapangan dengan sumber daya yang tersedia. Karena itu, data mengenai armada truk sampah, motor sampah, petugas penyapu jalan hingga tenaga yang menangani gorong-gorong dibahas secara rinci.
Walikota Andrei Angouw juga kembali melakukan pengecekan terhadap para petugas penyapu jalan. Satu per satu data petugas ditelusuri, termasuk identitas, ruas jalan yang menjadi tanggung jawab, serta panjang area yang harus dibersihkan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pembagian tugas berjalan proporsional, sekaligus mempertimbangkan kemampuan dan kondisi para pekerja di lapangan.
“Yang penting kebersihan setiap hari tetap terjaga. Setiap lokasi harus dapat dikontrol sehingga tidak ada sampah yang berhamburan, terutama di ruas – ruas jalan utama,” ucap Walikota.
Khusus untuk Kecamatan Bunaken Kepulauan, pembahasan juga menyoroti kebutuhan operasional pengangkutan sampah yang memiliki karakteristik berbeda dengan wilayah daratan. Walikota menanyakan operasional empat kendaraan bentor yang digunakan di wilayah kepulauan, termasuk kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dan perawatan kendaraan. Selain itu, operasional perahu serta kebutuhan BBM untuk mendukung proses pengangkutan sampah dari wilayah kepulauan turut dibahas.
Camat Bunaken Kepulauan, Imanuel Mandak memberikan gambaran mengenai kondisi dan tantangan penanganan sampah di wilayah kepulauan. Informasi tersebut kemudian dibahas bersama Walikota dan Sekot untuk menyamakan pemahaman mengenai konsep serta mekanisme penanganan sampah yang sesuai dengan kondisi wilayah.
Dalam pertemuan itu turut dibahas kebutuhan peralatan pendukung kebersihan, seperti chainsaw (censo), alat pemotong rumput, blower dan berbagai perlengkapan lainnya.Walikota menyampaikan bahwa kebutuhan peralatan tersebut akan diupayakan melalui penganggaran dalam APBD Perubahan, sehingga dapat menunjang pelaksanaan tugas kebersihan di lapangan.
Evaluasi serupa juga dilakukan terhadap kondisi armada dan personel di Kecamatan Tikala dan Kecamatan Bunaken. Seluruh data yang diperoleh akan dianalisis lebih lanjut untuk mengukur efektivitas dan efisiensi sistem penanganan kebersihan di masing-masing wilayah.
Bagi Pemerintah Kota Manado, evaluasi secara detail ini menjadi bagian dari upaya membangun sistem kebersihan yang lebih terukur. Dengan mengetahui kebutuhan riil setiap Kecamatan, pemerintah dapat menyesuaikan dukungan armada, peralatan maupun personel agar pelayanan kebersihan berjalan optimal dan kebersihan kota tetap terjaga setiap hari.(*/gabby)



















