BI dan Pemda Sulut Gelar Sinergi Pasar Murah untuk Tekan Inflasi Pangan

Unknown's avatar
banner 120x600

SULUTNEWSTV.com, MANADO – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Pemerintah Kota Manado, Perum Bulog Sulawesi Utara-Gorontalo, dan Satgas Pangan menggelar Sinergi Pasar Murah 2026 sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun ke-73 Bank Indonesia.

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Manado Andrei Angouw, Pemimpin Wilayah Perum Bulog SulutGo Ermin Tora, Kepala BPS Sulut Watekhi, serta jajaran pemerintah daerah dan instansi terkait.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto, mengatakan inflasi Sulawesi Utara pada Juni 2026 mencapai 2,12 persen (mtm) atau 4,48 persen secara tahun berjalan (ytd), melampaui rentang sasaran inflasi nasional. Kenaikan harga terutama dipicu komoditas cabai rawit, bawang merah, dan beras akibat terganggunya pasokan serta distribusi.

“Pengendalian inflasi menjadi penting terutama dalam memastikan masyarakat memperoleh akses pasar murah dengan harga yang terjangkau. Sinergi Pasar Murah merupakan salah satu instrumen jangka pendek untuk memperkuat keterjangkauan harga melalui penyediaan berbagai komoditas pangan strategis dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Joko.

Ia menegaskan pengendalian inflasi membutuhkan orkestrasi kebijakan melalui kolaborasi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, Bulog, dan Satgas Pangan.

Sementara itu, Asisten II Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Jemmy Ringkuangan, yang mewakili Gubernur Sulut, mengapresiasi pelaksanaan Sinergi Pasar Murah.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah bersama Bank Indonesia dalam memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan mudah dan harga yang terjangkau.

Jemmy berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat, tidak hanya melalui pasar murah, tetapi juga dalam berbagai program pembangunan ekonomi, seperti penguatan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), digitalisasi sistem pembayaran, pengembangan UMKM, peningkatan ketersediaan uang edar di wilayah kepulauan, serta dukungan terhadap sektor unggulan Sulawesi Utara.(*/gabby)

Leave a Reply

Discover more from www.sulutnewstv.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading