Ketua DPRD Minahasa Franky Wolayan Bersama Liony Mongi dan Refly Ngantung Serap Aspirasi Warga Tondano Raya Lewat Reses

Unknown's avatar
banner 120x600

Tondano – Ketua DPRD Kabupaten Minahasa, Franky Wolayan, bersama Anggota DPRD Liony Mongi dan Refly Ngantung menggelar Reses Masa Persidangan Ketiga Tahun 2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) I Tondano Raya, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Kelurahan Tataaran, Kecamatan Tondano Selatan tersebut dihadiri unsur pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga dari Kecamatan Tondano Selatan, Tondano Utara, Tondano Timur, dan Tondano Barat.

Dalam forum reses, masyarakat memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan berbagai aspirasi yang menjadi kebutuhan mendesak di wilayah masing-masing, terutama terkait pembangunan infrastruktur, penerangan jalan, irigasi, hingga pelayanan kebersihan.

Lurah Tataaran II, Grace Sumampouw, mengusulkan pembangunan jalan paving di Lingkungan II, jalan paving menuju pekuburan baru dan pekuburan lama, serta penambahan penerangan jalan.

Sementara itu, Inyo Lumowa mengusulkan perbaikan akses jalan menuju pekuburan lama yang terputus, sekaligus pemasangan lampu penerangan jalan di Lingkungan XI dan XII beserta wilayah sekitarnya.

Aspirasi lainnya disampaikan Tomi Kandou yang meminta perhatian pemerintah terhadap akses jalan menuju kawasan permukiman sekitar 25 kepala keluarga yang hingga kini masih berupa jalan setapak.

Dari Kecamatan Tondano Utara, Prokla mengusulkan pembangunan jalan penghubung Jalan Kulo, jalan tembus Tonsea Lama menuju Marawas, serta jalan paving dari Kembuan Barat menuju Sasaran.

Sedangkan Enjelika, warga Kelurahan Wulauan, meminta pembangunan akses jalan menuju kawasan permukiman dan kapling yang terus berkembang di wilayah tersebut.

Di Kecamatan Tondano Timur, Marlon dari Kelurahan Kiniar menyampaikan keluhan para petani yang kesulitan memperoleh air akibat persoalan jaringan irigasi. Ia juga meminta perbaikan jalan berlubang di Pengumaan serta jalan menuju SD GMIM 5 yang kondisinya rusak dan membahayakan para siswa.

Sementara dari Kecamatan Tondano Barat, Billy Walelang mengusulkan penambahan armada pengangkut sampah untuk meningkatkan pelayanan kebersihan. Selain itu, Yanny Kalangi dari Kelurahan Wewelen meminta percepatan pembangunan akses menuju lahan pekuburan baru seluas sekitar dua hektare yang telah disiapkan secara swadaya masyarakat. Menurutnya, lahan tersebut belum dapat dimanfaatkan karena belum memiliki akses jalan masuk, sementara kapasitas pekuburan yang ada saat ini sudah tidak lagi memadai.

Ketua DPRD Minahasa, Franky Wolayan, menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi perhatian DPRD dan akan diperjuangkan melalui pembahasan bersama pemerintah daerah.

“Reses merupakan kewajiban anggota DPRD untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Semua usulan yang disampaikan hari ini akan kami inventarisasi, diprioritaskan sesuai kebutuhan dan kemampuan anggaran, serta kami perjuangkan dalam pembahasan bersama pemerintah daerah agar dapat direalisasikan secara bertahap,” ujar Franky.

Anggota DPRD Minahasa, Liony Mongi, mengatakan bahwa kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat menjadi momentum penting untuk memastikan pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan warga.

“Kami ingin memastikan setiap aspirasi masyarakat tidak hanya didengar, tetapi juga ditindaklanjuti. Infrastruktur dasar seperti jalan, penerangan, irigasi, hingga fasilitas umum merupakan kebutuhan yang sangat dirasakan masyarakat dan menjadi perhatian kami di DPRD,” kata Liony.

Hal senada disampaikan Anggota DPRD Refly Ngantung. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan DPRD dalam mewujudkan pembangunan yang merata di seluruh wilayah Tondano Raya.

“Partisipasi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi sangat penting. Dengan masukan yang disampaikan secara langsung seperti ini, kami memiliki dasar yang kuat untuk memperjuangkan program-program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Kami berkomitmen mengawal seluruh usulan ini hingga ke tahap pembahasan di DPRD,” ujar Refly.

Kegiatan reses berlangsung dalam suasana dialogis. Berbagai masukan dan harapan masyarakat dicatat sebagai bahan pokok pikiran DPRD yang selanjutnya akan dibahas bersama Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam penyusunan program pembangunan daerah. (*ChT)

Leave a Reply

Discover more from www.sulutnewstv.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading