MANADO – Panglima Komando Daerah Militer XIII/Merdeka (Pangdam XIII/Merdeka) Mayor Jenderal TNI Mirza Agus, SIP, menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi melalui pendekatan pentahelix dalam setiap program dan kegiatan yang dilaksanakan jajaran Kodam XIII/Merdeka.
Pangdam menjelaskan, pendekatan pentahelix tersebut melibatkan lima unsur utama, yakni pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat/komunitas, serta media.
Kolaborasi lintas sektor ini dinilai penting agar setiap program yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Termasuk media yang selalu terlibat, dan itu sangat membantu kami, karena itu saya beri apresiasi dan ucapan terima kasih kepada insan pers, saya hormat buat anda sekalian,” ujar Pangdam XIII/Merdeka.
Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus juga menjelaskan, terkait rencana kerja yang saat ini sedang dilakukan difokuskan pada tiga hal, yang pertama yaitu, Karya bakti skala besar. Saat ini sedang dilakukan di kepulauan Talaud dan Kabupaten Sangihe.
Karya bakti ini dilakukan oleh TNI Angkatan darat selama dua bulan sampai pada bulan September, melibatkan kurang lebih 500 prajurit dan dibantu masyarakat, mengerjakan 120 titik pengeboran air bersih, perbaikan sekolah, bedah rumah, perbaikan jalan, jembatan dan yang spesial adalah mikrohidro.
Mikrohidro ini adalah instalasi skala kecil yang mengubah energi aliran air menjadi tenaga listrik.
Hal kedua yang difokuskan oleh Pangdam XIII Merdeka adalah, pembangunan 4 batalyon teritorial.
. Yonif TP 824 Lokasi Markas Sumalata, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo. Area Konsolidasi Sementara, Wilayah Gorontalo.
. Yonif TP 868 / Bantong SaktiLokasi Markas, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara. Area Konsolidasi Sementara, Kota Kotamobagu.
. Yonif TP 915 / Bitu’o Lokasi Markas, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo. Area Konsolidasi Sementara, Kabupaten Boalemo.
. Yonif TP 916 / Satria Dharma YudhaLokasi Markas, Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara. Area Konsolidasi Sementara Kota Bitung.
Setiap batalyon baru ini akan diperkuat oleh sekitar 500 hingga 600 prajurit TNI Angkatan Darat.
”Hal yang ketiga yaitu, pendekatan pentahelix, dimana dalam karya bakti TNI AD melibatkan lima unsur utama, yakni pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat/komunitas, serta media,” jelasnya. (*ChT)
















