Literasi Pembiayaan Didorong, Akses UMKM Sulut Diperluas

Unknown's avatar
banner 120x600

SULUTNEWSTV.com, MANADO – Akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terus diperkuat di Sulawesi Utara. Hingga 31 Agustus 2026, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Sulut telah mencapai Rp1,28 triliun kepada 18.813 debitur.

Hal tersebut menjadi salah satu materi dalam kegiatan Literasi Akses Pembiayaan UMKM yang Mudah dan Terjangkau, kolaborasi Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sulawesi Utara dan Bank Syariah Indonesia (BSI) Area Manado, yang digelar di Ruang Serbaguna Kantor DJPb Sulut, Selasa (22/9/2026).

Kepala Kanwil DJPb Provinsi Sulawesi Utara Wahyu Prihantoro melalui Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II, Sukadi, mengatakan literasi pembiayaan menjadi bagian penting dalam memperluas inklusi keuangan pelaku UMKM.

Menurutnya, pelaku usaha perlu memahami berbagai pilihan pembiayaan yang tersedia, termasuk skema, persyaratan, serta pemanfaatannya agar pembiayaan yang diperoleh benar-benar dapat mendukung perkembangan usaha.

“Literasi pembiayaan menjadi penting agar pelaku UMKM mengetahui pilihan pembiayaan yang tersedia, termasuk persyaratan dan skema yang sesuai dengan kebutuhan usahanya,” ujar Sukadi.

Berdasarkan data Kanwil DJPb Sulut, realisasi KUR hingga 31 Agustus 2026 mencapai Rp1.282.324.138.307 atau sekitar Rp1,28 triliun, yang disalurkan kepada 18.813 debitur. Dari jumlah tersebut, skema mikro menjadi pilihan terbesar dengan 16.213 debitur atau 86,18 persen dari total debitur KUR. Sementara dari sisi sektor usaha, perdagangan besar dan eceran menjadi sektor dengan penyaluran terbesar, yakni Rp438,61 miliar atau 34,20 persen.

Selain KUR, pembiayaan Ultra Mikro (UMi) juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses permodalan bagi masyarakat yang belum sepenuhnya terjangkau layanan perbankan.

Hingga 31 Agustus 2026, penyaluran UMi di Sulut telah mencapai Rp77,59 miliar kepada 14.311 debitur. Penyaluran tersebut didominasi PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dengan kontribusi 93,94 persen.

Sukadi mengatakan, kolaborasi dengan BSI diharapkan memberikan manfaat lebih luas bagi pelaku UMKM, khususnya dalam meningkatkan pemahaman mengenai akses pembiayaan yang mudah dan terjangkau.

Kehadiran BSI dalam kegiatan literasi tersebut juga diharapkan dapat membuka pemahaman pelaku UMKM terhadap alternatif pembiayaan melalui layanan perbankan syariah, sehingga pelaku usaha memiliki lebih banyak informasi dalam menentukan pilihan pembiayaan sesuai kebutuhan usahanya.

“Harapannya, melalui kegiatan seperti ini pelaku UMKM semakin memahami akses pembiayaan dan dapat memanfaatkannya secara produktif untuk mengembangkan usaha,” katanya.

Kolaborasi DJPb dan BSI tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan literasi, tetapi dapat ikut mendorong semakin luasnya akses pembiayaan formal bagi UMKM di Sulawesi Utara.

“Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai pembiayaan, pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usaha, memperluas kegiatan ekonomi, serta berkontribusi terhadap penguatan inklusi keuangan di daerah,” tandasnya.(*/gabby)

Leave a Reply

Discover more from www.sulutnewstv.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading