SULUTNEWSTV.com, MANADO – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado terus mendorong pelestarian budaya lokal melalui Lomba Masamper Tahun 2026 yang digelar di Pasar Tematik Tongkaina, Sabtu (24/10/2026).
Wakil Wali Kota Manado, dr Richard Sualang, mengatakan Masamper bukan sekadar tradisi bernyanyi bersama, tetapi merupakan bagian dari kekayaan budaya yang mengandung nilai kebersamaan dan identitas masyarakat.

“Masamper bukan sekadar tradisi bernyanyi bersama, tetapi juga bagian dari kekayaan budaya yang menyimpan nilai kebersamaan dan identitas masyarakat,” ujar Sualang.
Menurutnya, pelaksanaan lomba tersebut menjadi salah satu upaya untuk menjaga agar tradisi Masamper tetap dikenal dan dicintai, khususnya oleh generasi muda.

Sebanyak 18 grup turut ambil bagian dalam lomba tersebut. Partisipasi ini menunjukkan bahwa Masamper masih memiliki tempat di tengah masyarakat dan perlu terus mendapat ruang untuk berkembang.
Sualang berharap, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana untuk memperkenalkan sekaligus mewariskan budaya lokal kepada generasi berikutnya.

“Harapannya, kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan, merawat, dan meneruskan warisan budaya kepada generasi berikutnya,” ungkapnya.
Ia menegaskan, keberlangsungan budaya sangat bergantung pada kepedulian masyarakat dalam mengenal, mencintai, dan menjaga tradisi yang telah diwariskan oleh para pendahulu.

Melalui kegiatan ini, Pemkot Manado berharap Masamper terus hidup dan menjadi bagian penting dari identitas budaya daerah, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat.(*/gabby)
















