BI Sulut Gelar Iven Urban Economy Festival, Libatkan Kaum Milenial

MANADO – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) akan menggelar iven Urban Economy Festival tahun 2019 dikantor BI lama Jl Letjen R. Soeprapto No. 30 Manado. Iven yang nantinya akan menghadirkan para kaum milenial ini berlangsung Jumat 22 November 2019 hingga Minggu 24 November 2019.

Kepala Kpw BI Sulut Arbonas Hutabarat menyampaikan iven ini akan dibuat semenarik mungkin karena nantinya para kaum milenial asal Sulut akan hadir dan turut meramaikannya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulut Arbonas Hutabarat

“Jadi memang acaranya bakal dibuat semenarik mungkin. Yang didalamnya ada edukasi kebanksentralan, dance talk, band Maldives, digitalk, sosialisasi elektronifikasi tol Manado-Bitung, talkshow perlindungan konsumen, dan lainnya,” sebut Arbonas dalam jumpa pers di BI Sulut, Kamis (21/11) sore.

Kegiatan yang bertemakan ‘Menciptakan Pelaku UMKM Kreatif Unggulan Sulawesi Utara yang Berorientasi Ekspor dan Mendukung Pengembangan Pariwisata’ ini, merupakan salah satu langkah strategi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara untuk menghubungkan UMKM Sulawesi Utara dengan korporasi penyedia platform digital (terkait pembiayaan pembayaran, dan/atau pemasaran), lembaga keuangan, serta aggregator ekspor dan/atau calon investor.

“Nah, langkah ini juga sebagai jembatan business matching (temu bisnis) dan business coaching (konsultasi bisnis) bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan kapasitas bisnis dan memperluas akses pasar UMKM,” jelas dia.

Kenapa dilaksanakan di kantor BI lama? Karena gedung Bank Indonesia kantor lama dulunya merupakan De Javasche Bank.

Arbonas Hutabarat bersama dengan para jurnalis ekonomi Sulut saat menggelar konferensi pers, Kamis(21/11).

“Lokasi ini merupakan simbol budaya/ heritage yang dimiliki Bank Indonesia. Nah tentu dengan adanya iven ini maka kantor ini bisa kembali digunakan sebagai acara menyimbolkan efisiensi urban (revive-reuse-recycle),”tambahnya.

Dia pun menjelaskan, iven dari BI Sulut ini pun tidak hanya mengedepankan unsur budaya dan keunggulan karya anak bangsa di bidang fashion, kerajinan, kuliner dan digital, Urban Economy Festival 2019 juga akan mengedepankan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) selama pelaksanaan acara sebagai respon terhadap digitalisasi dari segi pembayaran.

“Seluruh transaksi akan dilakukan secara non-tunai dengan mengedepankan penggunaan QRIS (Quick-Response Code Indonesia Standard) melalui platform pembayaran digital serta penggunaan EDC,” kuncinya.(gabby)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s