Minahasa Tenggara

Produktifitas Pertanian Mitra Meningkat, Jagung JH-37 Jadi Komoditi Unggulan

Mitra, SULUTNEWSTV.com- Jumlah produksi pertanian di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) terus mengalami peningkatan. Meluasnya akses jalan di sudut perkebunan membuat para petani semakin produktif.

Sentuhan Pemerintah di tangan Bupati James Sumendap dan Wakil Bupati Jocke legi dalam membuka akses dan infrastrukur di setiap kebun dinilai mampu memberikan kontribusi yang baik bagi petani.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Mitra Johana Untu mengatakan, pesatnya pengembangan sektor pertanian sudah menunjukan keberhasilan yang cukup signifikan. Faktor penunjang berupa jalan perkebunan setiap lahan semakin memudahkan para petani.

“Bertambahnya akses ini, masyarakat semakin gencar untuk bertani. Apalagi dimasa pandemi, tingkat emosionalnya tinggi, warga lebih memilih berkebun, sehingga produktifitas semakin meningkat,” kata Untu di Ratahan Selasa, (12/10).

Menurutnya, dengan kemudahan yang didapatkan para petani, kemudahan dalam mengelola maupun mengangkut hasil-hasil pertanian tentu sangat berperan dalam meningkatkan ekonomi.

“Tanah di Mitra sangat potensi. Lahan pertanian sangat subur dan hasil-hasil pertanian memiliki mutu dan kwalitas yang sangat baik, sehingga ada dorongan pemerintah dalam menunjang fasilitas perkebunan” tandasnya.

Terpisah Kepala bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Frenkie Lesar menambahkan, meningkatnya produktifitas sektor pertanian karenakan permintaan pengelolaan serta capaian hasil komoditi Jagung hibrida pada varietas jenis JH-37.

Diakuinya, peningkatan dilihat dari daya produksi Jagung selama tahun 2021. Terpantau oleh pihaknya, ratusan hektare perkebunan diproduksi oleh varietas hibrida ini. Hal tersebut juga terlihat pada data hasil pertanian dan benih bantuan bagi kelompok tani (poktan) yang begitu signifikan.

“Daya tanam petani sangat tinggi, pasar harga jagung juga menimbulkan dan terus mengalami lonjakan harga,” kata Lesar.

Itu lanjut lesar, belum termasuk data bibit benih permintaan petani yang anggaran pengadaan bibit di refocusing.

“Banyak permintaan namun kendalanya anggaran digeser. Jadi, jika dalam akumulasinya pertanian jagung jadi komuditi andalan yang signifikan,” tutupnya. (Baim)

Categories: Minahasa Tenggara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s