SULUTNEWSTV.com, MANADO — Suasana mencekam sempat terlihat di kawasan Bandara Sam Ratulangi, Kamis (21/5/2026), saat sebuah pesawat Boeing 737-800 milik Julang Airlines dalam simulasi latihan mengalami gagal pendaratan dan terbakar di sisi runway bandara.
Insiden tersebut merupakan bagian dari Airport Emergency Exercise (AEE) 2026 atau Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) yang digelar manajemen bandara dengan tema “Synergy for Capability Development, Collaboration for Stronger Emergency Readiness.”
Dalam skenario latihan, pesawat dengan nomor penerbangan PK JIA yang melayani rute Jakarta–Manado membawa 75 orang terdiri dari 69 penumpang dan enam awak pesawat. Saat proses pendaratan, pesawat diterpa crosswind berkekuatan 12–15 knot dari arah kanan sehingga pilot kehilangan kendali.
Pesawat kemudian mengalami ground loop dan berhenti di dekat jalur inspeksi bandara. Benturan menyebabkan mesin kanan terbakar, roda depan patah, serta terjadi kebocoran bahan bakar di sayap kanan pesawat.
Sirene darurat langsung berbunyi. Tim Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF), Aviation Security, TNI AU, Brimob, Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK), hingga unsur stakeholder lainnya bergerak cepat melakukan evakuasi korban dan pemadaman api.
Tak hanya simulasi kecelakaan pesawat, latihan juga diawali dengan penanganan demonstrasi massa dan ancaman bom di area kargo bandara. Selain itu, dilakukan pula simulasi gempa bumi yang memicu kebakaran kecil di ruang tunggu penumpang.
Sebanyak 508 personel internal dan eksternal dilibatkan dalam latihan berskala penuh tersebut. Seluruh peserta mempraktikkan prosedur komunikasi dan penanganan keadaan darurat sesuai dokumen Airport Emergency Plan dan Airport Security Programme.
CEO Region V Angkasa Pura Indonesia, Handy Heryuditiawan, mengatakan latihan ini menjadi langkah penting memperkuat kesiapsiagaan dan koordinasi lintas instansi di lingkungan bandara.
“Sebagai pengelola bandara, kami harus selalu siap dalam setiap kondisi demi memastikan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa bandara. Salah satu solusinya yaitu melalui pelaksanaan latihan ini sebagai wujud sinergi yang kuat antara Angkasa Pura Indonesia dengan para pemangku kepentingan dalam menanggulangi keadaan darurat,” ujar Handy.
Sementara itu, General Manager InJourney Airports Kantor Cabang Bandara Sam Ratulangi Manado, Radityo Ari Purwoko, memastikan operasional bandara tetap berjalan normal selama latihan berlangsung.
“Kami memastikan kegiatan operasional Bandara Sam Ratulangi Manado tidak terganggu selama jalannya latihan karena telah berkoordinasi dengan seluruh stakeholder bandara,” katanya.(*/gabby)



















