Bitung  

Tiga Tahun Bersabar, Amarah Warga Tanjung Merah Ke PT Futai Sulawesi Utara Pecah

Unknown's avatar
banner 120x600

Bitung – Kesabaran warga Kelurahan Tanjung Merah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung sudah tak tertahankan lagi.

Pagar jadi sasaran empuk massa yang mendatangi PT Futai Sulawesi Utara.

Selasa 7 Juli 2026, jelang malam hari, ratusan warga menduduki area PT Futai Sulawesi Utara.

Ratusan warga tersebut mendatangi PT Futai bukan tanpa sebab.

Salah satu warga, Joudi Wawoh, saat di wawancara awak media mengungkapkan, kedatangan aksi spontan mereka akibat Pihak PT Futai Sulawesi Utara membongkar saluran air yang ditutup warga.

Kata Joudi, saluran air itu bukan milik PT Futai, bahkan ia membeberkan, saluran air itu sudah tercemar limbah dari PT Futai.

“Siang hari warga telah menutup aliran air, namun pada sore hari pihak PT Futai membongkar penutupan saluran air yang telah ditutup warga, hal itulah yang membuat amarah kami memuncak, ini bukan untuk yang pertama kalinya, tapi sudah 3-4 kali warga menutup saluran air dan di bongkar kembali pihak PT Futai,” jelas Joudi.

Menurut Joudi, saluran air yang tercemar limbah biasa digunakan warga untuk keseharian mereka.

“Saluran air yang di atas dipakai untuk produksi dan tanpa ijin, sementara untuk yang di bawah, dipakai untuk pembuangan limbah,” kata Joudi.

Selama tiga tahun warga bersabar menanti PT Futai mendengar keluhan mereka. Bau busuk menyengat dari limbah tercium jelas oleh warga.

Joudi mengatakan, warga meminta agar pihak kepolisian menangkap pelaku pembongkaran saluran air.

“Permintaan warga untuk saat ini tutup saja PT Futai, atau pindah, karena sudah lama sekali semua kesepakatan yang di buat di langgar, tidak mengindahkan kesepakatan, buang limbah secara terus menerus, pakai air tidak ada ijin,” pinta Joudi. (*Mrio)

Leave a Reply

Discover more from www.sulutnewstv.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading