Kolaborasi Perbarindo dan BRI, Workshop Analisa Kredit UMKM Tingkatkan Kompetensi SDM BPR di SulutGoMalut

Unknown's avatar
banner 120x600

SULUTNEWSTV.com, MANADO – Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara (SulutGoMalut) berkolaborasi dengan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) menggelar Workshop Peningkatan Kompetensi SDM BPR terkait Analisa Kredit UMKM dan Penyelesaian Kredit Bermasalah di NDC Hotel & Resort Manado, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan ini diinisiasi Perbarindo SulutGoMalut sebagai upaya meningkatkan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia (SDM) Bank Perekonomian Rakyat (BPR), khususnya dalam menganalisis pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta menangani kredit bermasalah. Melalui kolaborasi dengan BRI, peserta memperoleh pembekalan dari praktisi yang berpengalaman di bidang pembiayaan mikro.

Workshop menghadirkan Manager Micro Business BRI, Reinol Pareda, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Reinol menegaskan bahwa analisa kredit tidak hanya berorientasi pada pencairan pinjaman, tetapi juga harus memastikan kualitas kredit tetap terjaga hingga seluruh kewajiban debitur dapat diselesaikan.

“Kredit yang baik bukanlah kredit yang cepat dicairkan, melainkan kredit yang lancar sampai lunas. Karena itu, setiap account officer maupun analis kredit harus mampu memastikan kemampuan dan kemauan debitur untuk membayar melalui analisa yang komprehensif,” ujar Reinol.

Peserta dibekali pemahaman mengenai prinsip analisa kredit 5C, yakni Character, Capacity, Capital, Condition, dan Collateral, yang diperkuat dengan analisis Cash Flow serta Constraint. Pendekatan tersebut menjadi dasar dalam menilai kelayakan calon debitur sehingga penyaluran kredit lebih tepat sasaran dan risiko kredit bermasalah dapat ditekan.

Selain itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai tahapan analisa kredit, mulai dari penerimaan berkas, wawancara, survei lapangan, analisis data, hingga proses pengambilan keputusan pencairan kredit. Materi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan praktis SDM BPR dalam melakukan analisa terhadap calon debitur UMKM.

Reinol juga mengingatkan bahwa petugas kredit harus mampu menggali kondisi usaha calon debitur, meskipun pelaku UMKM belum memiliki laporan keuangan yang tersusun secara formal.

“Seorang analis kredit harus mampu membaca kondisi usaha secara menyeluruh. Tidak semua pelaku UMKM memiliki laporan keuangan yang lengkap, sehingga kemampuan melakukan observasi, wawancara, dan analisa menjadi sangat penting agar keputusan kredit tetap berkualitas,” jelasnya.(*/gabby)

Leave a Reply

Discover more from www.sulutnewstv.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading