SULUTNEWSTV.com, MANADO – Pesta Seni Remaja (PSR) Sinode GMIM 2026 resmi berakhir dalam suasana penuh sukacita dan ucapan syukur. Ibadah closing ceremony yang digelar di Atrium Mantos 3 Manado, Minggu (9/8/2026), menjadi momentum untuk merayakan karya Tuhan melalui persekutuan, pelayanan dan talenta ribuan remaja GMIM.
Sejak rangkaian kegiatan dimulai pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026, sekitar 7.000 remaja dari berbagai rayon dan wilayah pelayanan GMIM di Sulawesi Utara maupun luar Sulut mengambil bagian dalam berbagai kategori perlombaan seni dan kreativitas.
Lebih dari sekadar kompetisi, PSR GMIM 2026 menjadi ruang bagi para remaja untuk bertemu, bersekutu, melayani dan mempersembahkan talenta yang Tuhan anugerahkan melalui puji-pujian, musik, paduan suara, tari, teater hingga seni tradisional.
Ketua Umum Panitia PSR GMIM 2026, Penatua dr. Richard Sualang, mengungkapkan rasa syukur atas seluruh rangkaian kegiatan yang dapat berjalan dengan baik.
“Sebagai Ketua Umum Panitia PSR GMIM 2026, tentu saya menyampaikan ucapan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus, Sang Kepala Gereja, yang sudah menuntun kita. Mulai dari persiapan di gereja-gereja tuan rumah, ibadah pembukaan, hingga pelaksanaan berbagai lomba di jemaat-jemaat,” ujar Pnt Richard.
Menurutnya, keberhasilan PSR GMIM 2026 bukan semata-mata karena kemampuan manusia, melainkan karena tuntunan Tuhan serta kerja sama seluruh bagian gereja.Ia menilai, ribuan remaja yang hadir merupakan gambaran nyata bahwa GMIM memiliki generasi penerus yang memiliki iman, talenta dan semangat untuk melayani.
“PSR memperlihatkan betapa kuatnya persekutuan di antara jemaat-jemaat GMIM. Ini menjadi kesaksian bahwa GMIM adalah gereja yang kuat, bertumbuh, dan memiliki penerus-penerus yang siap melayani di gereja maupun di tengah masyarakat,” katanya.
Pena Richard mengatakan, setiap talenta yang ditampilkan para remaja dalam PSR hendaknya tidak berhenti pada panggung perlombaan, tetapi terus dikembangkan menjadi bagian dari pelayanan di gereja dan kehidupan sehari-hari.
“Ini bukan hanya tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah. Yang paling penting adalah bagaimana kita mempersembahkan talenta yang Tuhan berikan untuk kemuliaan nama Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, khususnya Gubernur Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus yang membuka kegiatan, serta Pemerintah Kota Manado di bawah kepemimpinan Wali Kota Andrei Angouw bersama jajaran yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan PSR GMIM 2026.
Ketua Komisi Pelayanan Remaja Sinode (KPRS) GMIM, Pnt. dr. Michaela E. Paruntu, MARS, mengatakan keberhasilan PSR merupakan buah dari kebersamaan seluruh bagian gereja. Ia memberikan apresiasi kepada Wilayah Manado Selatan, Manado Tenggara dan Worotuma bersama seluruh panitia yang telah memberikan pelayanan terbaik bagi para peserta.
“Kami dari Komisi Pelayanan Remaja Sinode GMIM memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada wilayah serta panitia penyelenggara. Tanpa bantuan kakak-kakak semua, kegiatan ini tidak akan berlangsung dengan baik,” ujar Pena Michaela.
Menurutnya, pelayanan kepada para peserta menjadi bagian penting dari semangat bergereja. Kehadiran jemaat-jemaat tuan rumah bukan hanya sebagai penyelenggara, tetapi juga sebagai keluarga yang menerima dan melayani sesama remaja GMIM.
“Inilah yang kita maksud bagaimana kita memberikan pelayanan secara bergereja, berjemaah dalam Gereja Masehi Injili di Minahasa,” katanya.
Dukungan pembina, orang tua, jemaat dan masyarakat juga membuat jumlah kehadiran selama rangkaian kegiatan diperkirakan mencapai 10 ribu hingga 15 ribu orang. Talenta untuk Kemuliaan Tuhan Di tengah semarak perlombaan, pesan utama PSR GMIM 2026 tetap bermuara pada satu hal: talenta adalah pemberian Tuhan dan harus digunakan untuk kemuliaan-Nya.
Berbagai kategori yang diperlombakan meliputi Baca Mazmur, Bintang Vokalia, Band Rohani, Banners, Tambourine, Tarian Kreatif, Maengket, Masamper, Teater Rohani, Vokal Grup, Equal Voice, Small Mixed Choir hingga Big Mixed Choir.
Berdasarkan Surat Penetapan Hasil Pemenang PSR Sinode GMIM Tahun 2026 tertanggal 7 Agustus 2026, Wilayah Manado Sario ditetapkan sebagai Juara Umum dengan perolehan 40 poin.
Posisi kedua diraih Wilayah Tomohon Dua dengan 33 poin, sedangkan Wilayah Mapanget III berada di posisi ketiga dengan 32 poin. Namun, di balik daftar juara tersebut, PSR GMIM 2026 meninggalkan pesan yang jauh lebih besar. Setiap suara yang dinyanyikan, alat musik yang dimainkan, gerakan tari, pembacaan Mazmur hingga pertunjukan seni menjadi bentuk ungkapan syukur dan persembahan talenta kepada Tuhan.
Rangkaian PSR juga menjadi kesempatan bagi para remaja untuk membangun kepercayaan diri, mengembangkan kreativitas serta mempererat persaudaraan lintas jemaat dan wilayah pelayanan.
Dengan berakhirnya PSR GMIM 2026, sukacita perlombaan boleh selesai, tetapi semangat pelayanan diharapkan terus berlanjut. “Semoga kegiatan ini menjadi berkat bagi kita semua. Tuhan Yesus melihat jerih payah kita dalam pelayanan dan memperlihatkan talenta-talenta remaja GMIM. Tuhan Yesus memberkati kita semua,” tutup Richard. PSR GMIM 2026 pun ditutup bukan sekadar dengan pengumuman para pemenang, tetapi dengan sebuah kesadaran bersama bahwa setiap talenta adalah anugerah, setiap pelayanan adalah persembahan, dan setiap persekutuan adalah bagian dari karya Tuhan bagi gereja-Nya.(*/gabby)



















