SULUTNEWSTV.com, MANADO – Memasuki usia ke-19 tahun, PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) tak hanya memperluas jaringan bisnis, tetapi juga memperkuat kontribusinya melalui berbagai program keberlanjutan yang menyasar lingkungan, masyarakat, hingga karyawan.
Hingga kini, Alfamidi telah memiliki lebih dari 2.600 toko di berbagai wilayah Indonesia. Di tengah ekspansi tersebut, prinsip keberlanjutan terus diintegrasikan ke dalam operasional perusahaan dan berbagai program yang memberikan manfaat bagi pemangku kepentingan.
Direktur Alfamidi Afid Hermeily mengatakan, keberlanjutan telah menjadi bagian dari perjalanan bisnis Alfamidi dan terus diwujudkan melalui aksi nyata.
“Kami meyakini keberlanjutan bukan sekadar komitmen, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat, lingkungan dan karyawan,” kata Afid.
Di sektor lingkungan, Alfamidi memanfaatkan energi terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang telah terpasang di 42 titik, mencakup warehouse dan toko di berbagai wilayah Indonesia.
Pemanfaatan energi surya tersebut menghasilkan kapasitas 4,9 juta kWh dan berkontribusi mengurangi emisi karbon hingga 2.740 ton CO₂, setara dengan penanaman 3.698 pohon.
Komitmen terhadap efisiensi sumber daya juga diwujudkan melalui penerapan paperless di area kerja warehouse dan office. Langkah tersebut berhasil menghemat lebih dari 2,3 juta lembar kertas, setara dengan menjaga lebih dari 230 pohon tetap lestari.
Alfamidi juga telah melakukan penanaman lebih dari 24.000 pohon yang tersebar di 11 provinsi. Sementara melalui program Kampung Merdeka, perusahaan menggandeng bank sampah binaan untuk mendorong pengelolaan sampah berkelanjutan.
Program tersebut telah melibatkan lebih dari 1.300 nasabah di Jakarta Selatan, Manado, Makassar, Medan, Palu, Kendari dan Samarinda.Perluas Dampak bagi Masyarakat Komitmen Alfamidi juga menyasar peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya balita dan keluarga.
Melalui program Protein Cegah Stunting, Alfamidi telah menyalurkan lebih dari 200.000 telur kepada 842 anak yang tersebar di 15 provinsi dan 23 kabupaten/kota. Sementara itu, program Edukasi Keluarga Balita yang berkolaborasi dengan kader Posyandu telah menjangkau lebih dari 22.000 peserta di 18 provinsi dan 75 kabupaten/kota dengan berbagai tema edukasi untuk mendukung tumbuh kembang balita.
Program Cek Kesehatan Gratis juga telah menjangkau 3.767 masyarakat. Di sisi lain, kepedulian sosial karyawan diwujudkan melalui aksi donor darah yang menghasilkan 4.300 kantong darah sepanjang 2024 hingga kuartal II 2026. Tak berhenti pada aspek sosial, Alfamidi juga memperkuat pemberdayaan ekonomi lokal dengan menggandeng lebih dari 1.000 UMKM di berbagai wilayah Indonesia. Kemitraan tersebut membuka akses produk lokal untuk masuk dan dipasarkan melalui jaringan gerai modern.
Transformasi digital turut menjadi bagian dari upaya memperluas layanan. Melalui Midi Kriing, Alfamidi menghadirkan kemudahan berbelanja secara digital yang kini telah dimanfaatkan lebih dari 2,5 juta member.
Sementara itu, sebanyak 517 booth Ja-Di di berbagai toko Alfamidi menghadirkan pilihan kopi, es krim dan camilan lokal bagi pelanggan.Buka Akses Kerja dan Kesempatan Setara Di bidang pendidikan, Alfamidi menjalankan program Alfamidi Class dengan menggandeng 60 SMK mitra yang tersebar di 17 provinsi.
Program tersebut telah membuka kesempatan kerja bagi 1.428 siswa untuk bergabung di toko Alfamidi. Kesempatan kerja yang inklusif juga diperkuat melalui program Alfability. Hingga Juli 2026, Alfamidi telah mempekerjakan 339 karyawan penyandang disabilitas yang tersebar di berbagai area kerja, mulai dari warehouse, toko hingga office.
Memasuki usia ke-19 tahun, Alfamidi menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat agenda keberlanjutan. Pertumbuhan bisnis diharapkan berjalan beriringan dengan terciptanya nilai jangka panjang dan kontribusi yang semakin luas bagi masyarakat, lingkungan, karyawan, serta seluruh pemangku kepentingan.(*/gabby)

















