Hujan Abu Vulkanik Bisa Mengancam Keselamatan Pengendara, AHM Bagikan Tips Aman Berkendara

Unknown's avatar
banner 120x600

SULUTNEWSTV.com, Jakarta – Hujan abu vulkanik dan asap dapat meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengendara sepeda motor. Selain mengganggu jarak pandang, partikel abu yang menempel di jalan berpotensi membuat permukaan menjadi licin, terutama ketika bercampur dengan air hujan.

PT Astra Honda Motor (AHM) mengingatkan pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan ketika harus berkendara dalam kondisi tersebut. Jika perjalanan tidak mendesak, menunda perjalanan hingga situasi kembali aman dinilai menjadi pilihan terbaik.

Namun, bagi pengendara yang harus tetap melakukan perjalanan, sejumlah persiapan perlu dilakukan, mulai dari perlengkapan berkendara hingga memastikan kondisi sepeda motor dalam keadaan prima.

Manager Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM), Daniel Aria Sulistya Nugroho, mengatakan pengendara harus mampu memprediksi potensi bahaya sejak dini dan tidak memaksakan diri ketika kondisi semakin berisiko.

“Lakukan persiapan sebelum perjalanan, kurangi kecepatan, jaga jarak aman, perhatikan kondisi jalan, dan segera menepi apabila kondisi sudah tidak memungkinkan untuk berkendara dengan aman. Jika perjalanan tidak mendesak, menunda perjalanan hingga kondisi kembali aman tetap menjadi pilihan terbaik. Tetap Cari Aman saat berkendara,” ujar Daniel.

Sebelum berangkat, pengendara disarankan menggunakan perlengkapan secara lengkap. Helm dengan visor tertutup diperlukan untuk membantu melindungi wajah dan mata dari paparan abu. Masker yang mampu menyaring partikel halus serta kacamata tambahan juga dapat digunakan untuk mengurangi risiko iritasi pada mata dan saluran pernapasan.

Kondisi visor helm juga harus diperhatikan. Abu vulkanik yang menempel pada visor dapat mengganggu pandangan. Pengendara tidak disarankan membersihkan visor secara sembarangan karena partikel abu bersifat abrasif dan dapat menggores permukaannya.

Selain perlengkapan, kondisi sepeda motor wajib diperiksa sebelum digunakan. Pengendara perlu memastikan tekanan dan kondisi ban, sistem pengereman, lampu utama, lampu belakang, lampu sein, spion, hingga kondisi mesin berfungsi dengan baik.

Komponen penyaring udara juga perlu mendapat perhatian. Abu vulkanik dapat masuk dan menumpuk pada bagian tersebut sehingga berpotensi memengaruhi kinerja mesin apabila kendaraan terpapar dalam waktu tertentu.

Pengendara juga dianjurkan memantau informasi resmi mengenai aktivitas gunung api, arah penyebaran abu, kondisi lalu lintas, serta kemungkinan adanya penutupan jalan sebelum memutuskan untuk berangkat.

Ketika melintasi wilayah yang terdampak hujan abu, kecepatan kendaraan perlu dikurangi. Abu yang menutupi permukaan jalan dapat mengurangi daya cengkeram ban, terlebih ketika bercampur dengan air.

Pengendara juga perlu menghindari pengereman maupun manuver secara mendadak. Kendaraan sebaiknya dikendalikan secara halus dengan tetap memberikan jarak aman yang lebih panjang terhadap kendaraan di depan.

Apabila hujan abu dan asap semakin pekat hingga jarak pandang terbatas, pengendara diminta tidak memaksakan diri. Kurangi kecepatan secara bertahap, nyalakan lampu utama, pertahankan jarak aman, kemudian segera mencari lokasi yang aman untuk menepi.

Saat abu masih pekat, pengendara juga sebaiknya tidak membuka visor helm untuk menghindari paparan langsung ke mata dan wajah.

Perhatian terhadap kendaraan juga perlu dilakukan setelah perjalanan. Sejumlah komponen seperti filter udara, sistem pengereman, rantai dan komponen bergerak, area mesin dan CVT, lampu depan dan belakang, serta ban dan area roda perlu diperiksa.

Jika ditemukan penurunan performa setelah kendaraan terpapar abu vulkanik, pemeriksaan lebih lanjut dapat dilakukan di AHASS terdekat.

Sementara itu, untuk membersihkan bodi sepeda motor, pengendara disarankan tidak langsung menggosok permukaan kendaraan dalam kondisi kering. Abu perlu dibersihkan terlebih dahulu menggunakan air secara hati-hati untuk mencegah terjadinya goresan akibat sifat abrasif partikel vulkanik.

Dengan kondisi yang lebih sulit diprediksi, pengendara dituntut tidak hanya mengandalkan kemampuan berkendara, tetapi juga mampu mengenali kondisi yang sudah tidak aman. Prinsip “Cari Aman” menjadi penting agar keselamatan tetap menjadi prioritas utama di tengah ancaman hujan abu vulkanik.(*/gabby)

Leave a Reply

Discover more from www.sulutnewstv.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading