Bupati Robby Dondokambey Dukung Teknologi Irigasi Intermiten, Dorong Pertanian Modern dan Ramah Lingkungan

Unknown's avatar
banner 120x600

MINAHASA – Pemerintah Kabupaten Minahasa memberikan dukungan penuh terhadap penerapan inovasi teknologi di sektor pertanian sebagai upaya meningkatkan produktivitas sekaligus mewujudkan pertanian yang efisien dan berkelanjutan.

‎Dukungan tersebut disampaikan Bupati Minahasa, Dr. Robby Dondokambey, S.Si., MAP, dalam kegiatan pencanangan penerapan teknologi Intermittent Irrigation serta pengambilan sampel gas metana di kompleks persawahan Kelurahan Koya, Kecamatan Tondano Selatan.

‎Bupati menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Universitas Negeri Manado (Unima) yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, pencanangan teknologi ini bukan sekadar penerapan inovasi, tetapi merupakan langkah nyata dalam membangun sektor pertanian Minahasa yang lebih modern, produktif, efisien, dan berkelanjutan.

‎“Kegiatan ini bukan sekadar pencanangan teknologi, tetapi merupakan langkah nyata dalam membangun pertanian yang lebih modern, efisien, produktif, dan berkelanjutan,” ujar Bupati.

‎Bupati menjelaskan, teknologi Intermittent Irrigation menawarkan pendekatan baru dalam pengelolaan air pada lahan persawahan dengan mengatur pemberian dan pengeringan air secara berkala sesuai kebutuhan tanaman.

‎Pengelolaan air yang lebih efisien dinilai penting, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan kondisi kekeringan yang berpotensi memengaruhi produktivitas pertanian.

‎Selain efisiensi penggunaan air, pengambilan sampel gas metana juga dinilai memiliki nilai strategis. Data emisi gas metana dari lahan persawahan dapat menjadi dasar penelitian untuk mengetahui dampak penerapan teknologi pengelolaan air terhadap lingkungan.

‎“Dengan demikian, inovasi pertanian tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga memperhatikan upaya pengurangan emisi dan kelestarian lingkungan,” jelasnya.

‎Bupati menegaskan, Pemkab Minahasa sangat mendukung kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, peneliti, penyuluh, dan petani. Sinergi tersebut diperlukan agar hasil penelitian tidak berhenti di lingkungan akademik, tetapi dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

‎Bupati juga berharap Unima dapat terus melakukan pendampingan, pengkajian, evaluasi, serta pengembangan terhadap teknologi tersebut. Di sisi lain, para petani diharapkan terbuka terhadap berbagai inovasi dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

‎“Kita ingin membangun pertanian Minahasa yang tidak hanya menghasilkan produksi yang tinggi, tetapi juga hemat sumber daya, ramah lingkungan, adaptif terhadap perubahan iklim, serta mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani,” tegasnya.

‎Bupati turut mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga saluran irigasi, sumber air, lahan pertanian, serta lingkungan sekitar. Masyarakat juga diingatkan untuk tidak membuang sampah sembarangan maupun melakukan aktivitas yang dapat merusak lingkungan dan mengganggu produktivitas pertanian.

‎Mengakhiri sambutannya, Bupati menyampaikan terima kasih kepada Unima, para peneliti, penyuluh, kelompok tani, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan tersebut.

‎Ia berharap pencanangan penerapan Intermittent Irrigation dan pengambilan sampel gas metana ini menjadi awal dari pengembangan berbagai inovasi yang mampu memberikan manfaat besar bagi kemajuan pertanian serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Minahasa.

‎Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara Pemerintah Kabupaten Minahasa dan Universitas Negeri Manado dalam pengembangan inovasi berbasis riset.

‎Kehadiran Rektor UNIMA Dr. Joseph Philip Kambey, SE., MBA., Ak, bersama jajaran pimpinan UNIMA menunjukkan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat diimplementasikan di tengah masyarakat.

‎Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Tim Periset BESTARI SAINTEK, Prof. Dr. Orbanus Naharia, M.Si, yang bersama tim melakukan kegiatan riset dan pengambilan sampel gas metana sebagai bagian dari upaya memperoleh data ilmiah terkait penerapan teknologi pada lahan persawahan. (*ChT)


Leave a Reply

Discover more from www.sulutnewstv.com

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading